Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur menyiapkan pembebasan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan bendungan pengendali banjir di Sungai Ampal, Sumber Rejo.


“Dianggarkan secara keseluruhan Rp150 miliar selama tiga tahun,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan Andi Muhammad Yusri Ramli di Balikpapan, Kamis (16/9).

Bendungan itu akan menjadi penampung air yang turun dari kawasan tinggi di utara, seperti Kampung Timur, Batu Ampar, termasuk Sepinggan. Dengan ditahan di bendungan tersebut, debit air di parit-parit di Jalan Asnawi Arbain atau Jalan Beller tidak lagi meluber dan membanjiri kawasan Damai.

Sumber dana untuk pembangunan fisik bendungan dan saluran-saluran airnya dari APBN, sedangkan pembebasan lahan dari APBD Balikpapan.

Dia mengatakan pembebasan lahan akan dituntaskan dalam APBD Balikpapan 2022. Saat ini tengah disiapkan seluruh dokumen berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Jadi simultan kita, proses pembebasan lahan dan proyek fisiknya kita jalan, untuk proyek 'multiyear' (tahun jamak). Kalau lahan mudah-mudahan di 2022 bisa kami bayar,” ujarnya.

Jika pembebasan lahan rampung maka pemkot segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BWS PUPR) sehingga proyek bisa segera dimulai.

Pelaksanaan pembangunan bendungan pengendali banjir Sungai Ampal, juga termasuk penanganan banjir, pembebasan lahan kosong seluas 300 meter persegi dengan nilai Rp5 miliar di Jalan M.T. Harjono dekat Jembatan PDAM.

Dia menjelaskan lahan tersebut selama ini menghambat jalan air sehingga kawasan Jalan M.T. Harjono dan Jalan Asnawi Arbain banjir.

Apalagi, kata dia, banjir yang terjadi, khususnya di Jalan M.T. Harjono, karena limpahan dari tiga saluran yang bertemu. Ketika curah hujan tinggi maka terjadi banjir di kawasan tersebut.

Bila kawasan itu banjir, Jalan M.T. Harjono mulai dari Jembatan PDAM hingga sekitar kantor Telkom Indonesia di daerah itu bisa terendam air dengan ketinggian bisa mencapai 30 centimeter lebih.

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2021