Samarinda  (ANTARA News Kaltim) - Perkembangan perekonomian di Provinsi Kaltim pada triwulan dua 2012 mengalami surplus pada komponen ekspor sebesar Rp72,7 triliun, meski di tengah situasi harga produksi migas dan batu bara bergejolak di pasar internasional.

"Sejumlah komoditas yang mengalami surplus untuk pasar ekspor di antaranya LNG, minyak mentah, batu bara, Crude Palm Oil (CPO) sawit, dan komoditas pupuk," ucap Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy membacakan sambutan gubernur dalam pelantikan dan serah terima jabatan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda, Kamis.

Selain itu, lanjut Farid, perkembangan pertumbuhan ekonomi Kaltim juga didorong oleh meningkatnya investasi dan konsumsi.

Untuk pengeluaran konsumsi rumah tangga atas dasar harga berlaku mengalami kenaikan, yakni dari Rp13,4 triliun pada triwulan satu 2012 menjadi Rp13,8 triliun pada triwulan dua 2012.

Sedangkan untuk pengeluaran konsumsi pemerintah atas dasar harga berlaku juga naik, yakni dari Rp5,4 triliun pada triwulan satu menjadi Rp5,7 triliun pada triwulan dua 2012.

Di sisi lain, kondisi investasi di Kaltim hingga semester satu 2012 menunjukkan tren positif, yakani ditandai dengan naiknya komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atas dasar harga berlaku dari Rp14,0 triliun pada semester menjadi Rp15 triliun pada triwulan dua 2012.

Sedangkan situasi perdagangan di Kaltim pada triwulan dua 2012 menunjukkan peningkatan. Begitu pula nilai ekspor atas dasar harga berlaku naik dari Rp124,8 triliun pada triwulan satu 2012 menjadi Rp126,6 triliun pada triwulan dua 2012.

Sementara itu, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Kaltim juga tidak begitu terpengaruh dengan kondisi perekonomian global atau di tingkat internasional yang perekonomiannya tidak menentu akibat menurunnya ekonomi dari Eropa.

Hal ini dapat dilihat dari kondisi riil yang terjadi di Kaltim, yakni di tengah situasi pasar global yang terus bergejolak sejak beberapa tahun, namun ekonomi Kaltim pada triwulan dua 2012 masih tumbuh positif meskipun tidak secepat triwulan satu.   (*)



Pewarta: M Ghofar
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026