Dari pantauan hingga Rabu petang, ratusan calon penumpan KM. Binaiyya terlihat memadati dermaga pelabuhan Samarinda.
"Saya terpaksa mudik lebih awal sebab khawatir tidak kebagian tiket jika menunggu hingga pekan depan," ungkap salah seorang warga Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Harman, ditemui di Pelabuhan Samarinda.
Warga lainnya yang ditemui di Pelabuhan Samarinda, Malik, juga mengaku mudik lebih awal karena tidak ingin berdesak-desakan saat puncak arus mudik berlangsung yang diperkirakan pada pekan depan.
KM Binaiyya yang merupakan satu-satunya kapal milik PT Pelni dengan melayani rute Samarinda-Parepare, Sulawesi Selatan, tersebut tiba di Pelabuhan Samarinda pada Rabu sore.
Selanjutnya, pada Rabu malam, kapal tersebut dijadwalkan akan kembali berlayar ke Parepare dengan mengangkut sekitar 200 penumpang.
"Penumpang KM Binaiyya hari ini diperkirakan hanya sekitar 200 orang sebab saat ini belum merupakan jadwal arus mudik. Namun, sebagian penumpang merupakan pemudik yang jumlahnya tidak terlalu besar," ungkap seorang anggota Kepolisian Sektor Pelabuhan Samarinda.
Puncak arus mudik di Pelabuhan Samarinda kata personel Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan itu diperkirakan berlangsung pekan depan.
"Arus mudik di Pelabuhan Samarinda semuanya menuju ke Sulawesi Selatan sebab hanya ada tiga yakni KM Binaiyya, serta dua kapal Pelra yakni KM. Queen Soya dan KM Prince Soya yang melayani pelayaran ke Parepare. Biasanya, jumlah pemudik setiap tahun rata-rata 8.000 hingga 12.000 orang," katanya.
Pada Rabu siang, sebanyak 1.600 penumpang berangkat menuju pelabuhan Parepare menggunakan KM. Queen Soya.
Pada pelayaran tersebut terlihat masih ada kendaraan roda empat yang dimuat.
"Pekan depan, kapal tidak boleh lagi mengangkut kendaraan sebab diprioritaskan untuk mengangkut penumpang arus mudik," ungkap Gunawan, seorang petugas Pelabuhan Samarinda. (*)
Pewarta: Amirullah: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.