Samarinda  (ANTARA News Kaltim) - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak beserta sejumlah kepala dinas di lingkungan pemerintah provinsi setempat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar untuk mengetahui stok kebutuhan pokok dan perkembangan harga.

Sedikitnya dua pasar ditinjau Gubernur Awang melalui inspeksi terkait perkembangan harga kebutuhan pokok seperti di Pasar Pagi dan Pasar Segiri.

Di Pasar Pagi, sejumlah harga kebutuhan pokok tidak terjadi kenaikan berarti. Misalnya harga daging sapi murni di kisaran Rp85.000 per kilogram dan daging sapi biasa Rp80.000, telur ayam bertahan Rp35.000-Rp37 ribu per piring.

Ketika di Pasar Pagi dan meninjau los ikan, Gubernur Awang membeli ikan patin sebanyak empat kilogram dengan harga Rp100.000, atau Rp25.000 per kilogram.

Saat meninjau Pasar Segiri, Gubernur Awang membeli beras ketan. Di pasar ini juga, ia berdialog dengan pedagang baik penjual ayam, daging, maupun sayur mayur.

Pada kesempatan itu ia menanyakan kepada pedagang tentang perkembangan harga di pasar setelah memasuki Bulan Puasa.

Gubernur Awang juga meninjau Pasar Ramadhan di halaman Kantor Dinas Perindustrian, Perdanganan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim.

Di tempat itu secara khusus dijual sembako dengan harga lebih murah ketimbang di pasar.

Ketika ditanya wartawan mengenai stok sembako di Kaltim, ia mengatakan bahwa ketersediaan bahan pokok baik beras, gula, tepung, dan minyak goreng cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan ke depan.

Apalagi, katanya, setiap dua minggu sekali, Disperindagkop Kaltim mendatangkan berbagai jenis kebutuhan pokok dari luar Kaltim, sehingga stok sembako tetap terjaga.

Dia mengakui, berbagai jenis sayur mayur masih didatangkan dari luar Kaltim, sehingga kadang mengalami keterlambatan pengiriman.

Namun, katanya, hal itu wajar karena saat Bulan Puasa banyak permintaan berbagai komoditi yang juga minta diprioritaskan turun dari kapal.

"Berbagai komoditi kebutuhan pokok memang ada yang belum mampu dicukupi dari Kaltim, sehingga harus didatangakan dari Jawa Timur, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan. Namun dari hasil koordinasi saya dengan dinas terkait, semua kebutuhan warga Kaltim masih aman," kata Awang Faroek.  (*)



Pewarta: M Ghofar
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026