Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Provinsi Kalimantan Timur menargetkan mampu meraih posisi kedua dalam pertandingan olahraga antarsiswa se-ASEAN atau Sports School Games (SSG) di Ubonratchathan, Thailand, pada Juni 2013.

"Pada SSG 2011, Kaltim berada di posisi keempat, kemudian SSG pada Juni 2012 berada di peringkat ketiga sehingga SSG 2013 nanti peringkatnya harus naik minimal posisi kedua," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispra) Kaltim Sigit Muryono di Samarinda, Sabtu.

Dikatakan Sigit Muryono, dalam pertandingan olahraga khusus bagi sekolah olahraga se-ASEAN ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mempercayakan Kaltim untuk mewakilinya. Pasalnya, di provinsi ini telah lama memiliki Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI).

Sekolah Khusus Olahraga Internasional Kaltim, kata dia, sejak beberapa tahun lalu dianggap siap mewakili Indonesia untuk ajang bergengsi para siswa tersebut sehingga hal ini juga akan berdampak terhadap pencitraan positif bagi Pemprov Kaltim.

Dalam SSG yang berlangsung di Ubonratchathan (Ubon), Thailand, mulai 16 hingga 25 Juni 2012 itu, SKOI Kaltim berada di urutan 10 dari 27 sekolah olahraga, dan berada di peringkat keempat dari enam negara dengan perolehan medali 18 emas, 18 perak, dan 20 perunggu.

Ia menjelaskan bahwa SKOI Kaltim yang berlaga di SSG itu berkekuatan 46 atlet untuk bertanding dalam 10 cabang olahraga yang terbagi dalam 20 cabang mata lomba. Kegiatan ini diikuti sebanyak 3.300 atlet se-ASEAN.

Sejumlah cabang olahraga yang dapat menyumbangkan medali emas bagi SKOI Kaltim adalah atletik, renang, gulat, tenis meja, tenis lapangan, judo, angkat besi, tinju amatir, balap sepeda, dan taekwondo.

Menurut dia, atlet SKOI Kaltim dapat bertanding dengan baik di Thailand karena kesiapan yang matang, baik fisik maupun mental bertanding, padahal jarak Kota Ubon berada di 624 kilometer dari ibu kota Thailand, Bangkok yang perjalanannya sangat menguras tenaga.

Kegiatan olahraga bagi pelajar di negara-negara ASEAN ini setiap tahunnya dilaksanakan oleh Thailand sehingga tiap tahun pula Pemprov Kaltim harus terus menggembleng para siswa agar dapat mengukir prestasi di ajang tersebut. Di samping itu, dalam rangka persiapan kegiatan dan kejuaraan lainnya. (*)



Pewarta: M Ghofar
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026