"Berhubung, proses pembangunannya bermasalah dalam hal lahan yang digunakan masih dalam proses sengekat dan sedang memasuki proses hukum," kata salah seorang tokoh masyarakat Pulau Sebatik H Herman di Sebatik, Rabu.
"Saya dengan kendala adanya sengketa lahan jalan masuk dermaga pelabuhan," ujarnya.
Pelabuhan Pulau Sebatik yang menjorok sepanjang 2,7 kilometer perairan tapal batas Tawau Malaysia yang dibangun sejak 2005 lalu, sebenarnya sudah tahap penyelesaian.
Menurut H Herman, dermaga pelabuhan tidak ada masalah lagi karena dianggap telah rampung. Kecuali tiang listrik yang belum terpasang. Jadi yang bermasalah sehingga belum bisa difungsikan adalah lahan pintu masuk di daratan itu.
Berdasarkan informasi yang berkembang di kalangan masyarakat Pulau Sebatik, lanjut dia, pemerintah Kabupaten (pemkab) Nunukan semasa H Abdul Hafid Achmad sebagai Bupati Nunukan, sudah membebaskan lahannya. Tetapi bukan lahan yang dibanguni sekarang.
"Katanya lahannya sudah dibebaskan, tapi bukan yang dibanguni sekarang. Lahan yang dibebaskan itu berada di sebelah kirinya," katanya.
Sebagai bagian dari masyarakat Pulau Sebatik, sangat mengharapkan agar pelabuhan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) segera difungsikan.
Karena satu-satunya pelabuhan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yang sangat didambakan masyarakat perbatasan untuk meningkatkan roda perekonomiannya.
Pelabuhan ini, kata H Herman, saat ini diambil alih oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Nunukan. Dan akan difungsikan untuk kapal besar dan pelabuhan antar bangsa.
"Pelabuhan ini nantinya akan digunakan bagi kapal-kapal pelni, kapal antar negara dan juga bisa dipergunakan sebagai pangkalan TNI," kata dia.
Belum difungsikannya pelabuhan ini, sangat mengganggu perekonomian masyarakat Pulau Sebatik. Padahal, kedalaman airnya mencapai tujuh meter lebih, sehingga sangat tepat bagi kapal-kapal besar.
Terkait kebutuhan listrik di dermaga, dia menyatakan sangat penting. Sebagai pelabuhan dengan ukuran yang sangat panjang tentunya membutuhkan penerangan listrik.
Pembangunan pelabuhan ini dikerjakan dengan sistem multiyear, dan pengerjaannya dihentikan tahun 2012 ini karena anggarannya distop akibat adanya sengketa lahan itu.
Pewarta: Muhammad RusmanEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.