"`Bontang Technopark` diharapkan mampu menyinergikan antara dunia pendidikan dan pelatihan, sains dan teknologi, pengembangan ekonomi kreatif, kawasan trade center serta menjadi salah satu kawasan obyek edukasi di Bontang," katanya di Bontang, Kalimantan Timur, Jumat.
Dia berharap "Bontang Technopark" nantinya dapat didukung beberapa perusahaan besar dalam alokasikan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pengembangan sumber daya manusia.
Untuk mewujudkan itu, Dinas Pendidikan sedang melakukan kajian teknis berkaitan dengan pendirian "Bontang Technopark" bekerja sama dengan Institut Teknologi Surabaya dan Universitas Negeri Surabaya, Kualita Pendidikan Indonesia," ujarnya.
Intinya, katanya, dengan "Bontang Technopark" agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan berkompetisi dengan tenaga kerja luar daerah. Oleh karena itu, perlu mendapat dukungan semua pihak baik di pusat, maupun di daerah.
Sejak menjabat pada Agustus 2011, Dasuki berupaya keras merombak dunia pendidikan di Bontang menuju "Pendidikan Tuntas Berkualitas" dengan dukungan "stakeholders" terkait.
"Kebijakan ini dilatarbelakangi bahwa secara nasional Bontang telah ditetapkan sebagai salah satu kluster industri berbasis migas dan kondesat, oleh karena itu harus diimbagi dengan "roadmap" SDM dalam 5-10 tahun ke depan," kata Dasuki.
Artinya, lanjut dia, pendidikan tuntas berkualitas harus mampu menyediakan SDM dalam jumlah besar dan berkualitas dan wajib belajar saja tidaklah cukup.
Jika Gubernur Kaltim telah melirik Balikpapan untuk Institut Teknologi Kalimantan, dan Tenggarong Institut Seni Budaya Indonesia, kata Dasuki, maka Bontang sebagai kluster industri juga harus memiliki pusat pengembangan SDM dalam rangka mendukung "roadmap" industri nasional. (*)
Pewarta: SuratmiEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.