Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Sebanyak tiga operator seluler di Indonesia mendukung pembangunan 24 menara telekomunikasi di kawasan perbatasan Kaltim dengan Malaysia bagian timur, sehingga mereka tinggal memasang Base Transceiver Station (BTS).

"Beberapa hari lalu kami melakukan koordinasi dengan tiga operator seluler di Jakarta, yakni Telkomsel, XL, dan Indosat. Mereka bahkan tidak sabar dan ingin agar pembangunan menara segera dilakukan," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Diskominfo (Kaltim) M Jauhar Efendi di Samarinda, Senin.

Dikatakannya, pembangunan 24 unit menara telekomunikasi itu terdiri dari dua mata anggaran, yakni 20 unit menara dananya dari APBN 2012 melalui Kementerian Kominfo, dan 4 unit lainnya merupakan pembangunan menara yang dananya dari APBD Kaltim melalui Diskominfo.

Selain itu, lanjut dia, ada juga pembangunan lima unit menara pendukung (penguat sinyal) khusus di Kabupaten Malinau. Pembangunan lima menara tambahan ini dananya dari APBD Kabupaten Malinau.

Masing-masing menara yang dananya dari APBD Kaltim, diestimasikan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp2 miliar.

Sedangkan 20 unit menara yang anggarannya dari APBN dan lima unit dari APBD Malinau, dia tidak mengetahui persis jumlah dana yang diperlukan, pasalnya hal itu bukan kewenangan Diskominfo Kaltim.

Dalam koordinasi dengan tiga operator seluler dan Kemenkominfo beberapa waktu lalu, dibicarakan pula tentang titik koordinat pendirian menara.

Penentuan titik koordinat berdirinya menara merupakan hal yang harus dilakukan, jika pihaknya asal membangun menara telekomunikasi di kawasan perbatasan tanpa mengetahui titik koordinat, maka hal itu akan sia-sia dan menara yang dibangun akan menjadi besi tua saja, karena tidak sesuai dengan titik yang diinginkan perusahaan seluler.

Sedangkan menara komunikasi yang akan dibangun Kaltim itu yakni, 2 menara dibangun di Kabupaten Malinau, 1 di Kutai Barat, dan 1 unit lagi akan dibangun di Kabupaten Nunukan.

Tiga daerah tersebut letaknya berbatasan langsung dengan Malaysia bagian Timur. Tiga daerah ini sudah tidak sabar untuk memiliki menara komunikasi seluler, pasalnya sejumlah desa di beberapa kecamatan masih banyak yang blankspot, atau belum ada sinyal, padahal rata-rata masyarakatnya sudah memiliki Hand Phone (HP).

Sedangkan 20 menara yang dananya dari APBN juga akan dibangun di 3 kawasan perbatasan itu, namun diutamakan pada beberapa pulau terluar, seperti Pulau Maratua, Gosong, dan sejumlah desa yang berada di kawasan perbatasan.  (*)



Pewarta: M Ghofar
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026