Masyarakat juga harus selalu waspada dalam bertransaksi menggunakan uang...,Samarinda (ANTARA) - Pengedaran uang melalui Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui sistem pembayaran tunai (outflow) sepanjang September 2019 tercatat mencapai Rp634,5 miliar, naik sebesar 14,35 persen ketimbang September 2018.
"Sedangkan uang yang masuk atau ditarik (inflow) baik dari perbankan maupun dari masyarakat dalam bulan yang sama tahun 2019 senilai Rp690,6 miliar (yoy)," ujar Kepala BI Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Kaltim Tutuk S.H Cahyono di Samarinda, Jumat.
Sedangkan sampai dengan September 2019, aliran kas KPw BI Kaltim tercatat outflow sebesar Rp7,943 miliar dan inflow sebesar Rp7,780 miliar yang di dalamnya termasuk uang dalam kondisi tidak layak edar dengan nilai Rp2,309 miliar, atau 29,1 persen dari jumlah outflow sampai dengan bulan September 2019.
Hal itu ia katakan saat acara pembukaan Sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah, serta Kampanye "5 Jangan" Untuk Menjaga Kualitas Uang Rupiah yang beredar di wilayah Samarinda.
Ia melanjutkan, demi untuk memenuhi kebutuhan uang bagi masyarakat Kaltim, termasuk untuk menjaga kualitas rupiah tetap dalam kondisi layak edar pada kwartal IV, maka Kpw BI Kaltim dengan prognosa sebesar Rp4,168 miliar, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan uang pada periode Natal dan tahun baru.
Dalam hal ini, strategi yang ditempuh oleh BI adalah melakukan peningkatan layanan kas kepada para pemangku kepentingan, yakni dengan membuka layanan penukaran uang CDR (Cacat, Dicabut dan Rusak) di loket kantor KPw BI Kaltim pada setiap hari Selasa dan Kamis mulai pukul 09.30 hingga 11.30 Wita.
Kemudian membuka layanan penukaran uang pecahan kecil melalui Kas Keliling dalam kota di pusat keramaian, seperti di Taman Samarendah, Pasar Segiri, dan Pasar Pagi Samarinda, termasuk rencana pembukaan layanan kas keliing di kelurahan di bawah Kecamatan Samarinda Kota dan Samarinda Ulu.
Strategi lainnya adalah melakukan kerja sama layanan penukaran uang, yakni seluruh bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) akan membuka layanan penukaran kepada masyarakat yang ditandai dengan pemasangan spanduk "Melayani Penukaran Uang Rupiah Pecahan Kecil, Lusuh dan Rusak – Tidak Dipungut Biaya".
Ia mengimbau masyarakat yang membutuhkan uang pecahan kecil maupun memiliki uang lusuh atau rusak, dapat menukarkan uangnya di tempat-tempat penukaran resmi baik yang dilakukan oleh BI dan perbankan.
"Masyarakat juga harus selalu waspada dalam bertransaksi menggunakan uang. Warga harus cermat dan teliti terhadap ciri keaslian uang rupiah sehingga setiap transaksi harus selalu memperhatikan 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang," ucap Tutuk.
Pewarta: M.GhofarEditor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.