"Secara resmi SMPN 3 Tanjung Palas tidak ditetapkan sebagai sekolah RSBI namun fasilitas yang dimiliki sama halnya dengan sekolah RSBI," kata Kepala Bidang Pembinaan SMP dan SMA Dinas Pendidikan Kaltim, Asli Nuryadin di Samarinda, Senin.
Menurut Asli bahwa beberapa hari lalu tim dari Dinas Pendidikan Kaltim bersama wartawan mengunjungi sekolah tersebut. Pihaknya sengaja melibatkan wartawan dalam kunjungannya, agar diperoleh informasi yang objektif tentang kondisi sekolah.
Sementara itu, menurut Kepala SMPN 3 Tanjung Palas, Imam Sukoyo, fasilitas tersebut di antaranya memiliki ruang Laboratorium IPA, Laboratorium Komputer, Laboratorium Bahasa, dan Laboratorium Informasi Teknologi (IT).
Di samping itu, juga memiliki ruang Media, jaringan internet, perpustakaan, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), mushola, lapangan olahraga volley, takraw, basket, lompat jauh, tenis meja, bulu tangkis dan peralatan band.
Selain itu juga memliki dua kolam ikan, tempat belajar terbuka dan taman di halaman depan sekolah yang teduh, karena di sekitar sekolah ditanami beberapa pohon pelindung.
Mengenai administrasi, sekolah ini menerapkan administrasi berbasis IT, dan raport security printing berbasis IT, perangkat software dan hardware.
"Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan yang selalu memberikan perhatian kepada SMPN 3 Tanjung Palas," kata Imam.
Bahkan baru-baru ini SMPN 3 kembali mendapat bantuan, di antaranya 250 set mebeler siswa dan guru yang terdiri dari kursi, meja, lemari guru, alat peraga pendidikan, media pembelajaran berbasis informasi teknologi , school management system, dan materi pembelajaran.
Dikatakan, awalnya untuk mendapatkan fasilitas internet, pihaknya mengaku kesulitan, pasalnya di daerah itu belum ada jaringan kabel telepon, sedangkan untuk menggunakan modem jariangannya juga sangat lemah.
Semula, pihak Telkom tidak mau memasangkan telepon plus internet untuk sekolah tersebut, dengan alasan di daerah sekitar sekolah itu belum ada tiang untuk kabel telepon.
Namun, dia bersama para guru bersedia membuat dan memasang sendiri tiang dari kayu mulai jalan raya hingga SMPN 3, sehingga pihak Telkom tinggal memasang kabel saja. Kini usaha yang dilakukan itu berhasil, sehingga para siswanya sudah dapat mengakses internet.
Menurutnya, keinginan untuk menjadikan sekolah tersebut sebagai RSBI sudah lama ada, namun ada beberapa hal yang tidak memungkinkan, di antaranya masalah siswa, infrastruktur yang belum memungkinkan, seperti jalan dan fasilitas angkutan untuk para pelajar yang belum ada. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.