Kebakaran yang mulai berlangsung sekitar pukul 20.00 Wita tersebut diduga disebabkan ledakan tabung gas elpiji dari rumah kontrakan milik Bakri di RT. 30 Kelurahan Dadi Mulya.
"Sebelum api membumbung tinggi saya mendengar suara ledakan dari rumah kontrakan pak Bakri di RT. 30. Tak lama api langsung membesar dan membakar rumah warga," ungkap seorang warga yang juga menjadi korban kebakaran, Katiyem, saat ditemui di lokasi kebakaran, Rabu malam.
Kobaran api terlihat hingga radius satu kilometer karena lokasi kebakaran berada persis di atas bukit.
Puluhan mobil pemadam yang dikerahkan ke lokasi kebakaran terlihat cukup kesulitan memadamkan kobaran api akibat sempitnya jalan yang hanya bisa dilalui pejalan kaki.
Mobil pemadam kebakaran terpaksa hanya melakukan pemadaman dengan menyambung selang dari jarak sekitar 400 meter dari lokasi kebakaran.
Akibatnya, kobaran api terus membara dan menyambar rumah warga pada pemukiman padat penduduk tersebut.
"Hanya pakaian yang melekat di badan dan surat-surat penting yang berhasil saya selamatkan karena rumah saya hanya berjarak beberapa meter dari rumah kontrakan pak Bakri," kata Katiyem.
Saksi mata lainnya, Sukamto mengatakan, selain menghanguskan seluruh rumah di RT. 30, kebakaran juga melalap puluhan rumah warga lainnya di RT. 27, RT. 28 dan RT 29 Jalan Pahlawan Gang 2.
"Banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barangnya karena api dengan cepat berkobar dan membakar rumah-rumah warga. Saya hanya sempat menyelamatkan televisi dan beberapa pakaian karena lebih memikirkan keselamatan jiwa keluarga saya," kata Sukamto.
Warga lainnya Nurdin mengatakan, mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi setelah enam rumah sudah dilalap api.
"Mobil pemadam juga tidak bisa berbuat banyak karena tidak ada akses jalan menuju titik api di lokasi kebakaran sehingga mereka hanya melakukan pemadaman dari jarak jauh. Warga awalnya mencoba melakukan pemadaman dengan alat seadanya namun akibat besarnya kobaran api upaya tersebut sia-sia sehingga kami terpaksa hanya berupaya menyelamatkan barang-barang," kata Nurdin.
Hingga pukul 23.00 Wita, kobaran api masih terus berlangsung.
Sementara, petugas pemadam kebakaran dibantu warga masih terus berupaya memblokade kobaran api agar kebakaran tidak terus meluas.
Belum diperoleh keterangan resmi dari kepolisian terkait penyebab pasti dan kemungkinan adanya juga jiwa pada kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah tersebut.
"Kami masih berupaya mencari saksi-saksi untuk memastikan rumah asal api dan penyebab kebakaran ini. Sejauh ini, kami juga belum mengetahui apakah ada korban jiwa dari peristiwa ini," ungkap Kepala Sub Bagian Humas Polresta Samarinda, Ajun Komisaris Andi Razak. (*)
: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.