"Tugas saya menyiapkan anak-anak. Saya tahu jadwal yang dikeluarkan ini bisa membunuh pemain, tapi saya yakin pasti akan ada revisi," kata Hariyadi setelah memimpin latihan skuad Persiba di Balikpapan, Kamis (13/10).
Beruang Madu dijadwalkan bertanding away ke kandang Persisam di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (22/10).
Menurut Hariyadi bahwa saat ini Persiba sudah sampai pada tahapan mematangkan kerjasama tim. Ia memastikan Persiba sudah siap tanding saat lawan Persisam di Samarinda nanti.
"Tim ini kan tidak seluruhnya pemain baru. Mereka yang pemain baru pun sebagian sudah pernah bermain bersama di klub lain. Seperti Kenji misalnya, sebelumnya sudah padu dengan Aldo di Bontang FC dulu," papar Hariyadi, pelatih yang meniti karir dari Diklat Sepakbola Salatiga itu.
Kenyataan itu, ujarnya, memudahkan tugasnya selaku pelatih. "Saya hanya tinggal cari formula yang pas," senyum Hariyadi.
Formula yang pas itu antara lain duet striker Aldo Baretto dan Kenji Adachihara, dua striker yang menyabet gelar pencetak gol terbanyak ISL musim 2009-2010.
Hariyadi menjadi asisten pelatih Junaidi di musim 2010-2011 selama setengah musim. Setengah musim berikutnya ia naik pangkat menjadi pelatih mengisi kursi yang ditinggal mundur Bang Jun, pelatih yang semasa aktif menjadi pemain Persiba sukses di Divisi Utama kompetisi perserikatan di era 80-an.
Hariyadi dianggap cukup sukses mengangkat moral Persiba yang saat itu terpuruk di papan bawah Liga Super Indonesia.
Kekalahan-kekalahan, baik di kandang maupun tandang, mulai berganti menjadi seri dan kemenangan. Persiba berhasil mengakhiri kompetisi di papan tengah klasemen ISL.
Musim ini, Persiba kehilangan gelandang penuh semangat Robertino Pugliara dan tak memperpanjang kontrak bek Kroasia Mijo Dadic.
Manejemen masih menyeleksi sejumlah nama untuk menggantikan keduanya, mulai dari pemain nasional Wahyu Wijiastanto, bek asal Paraguay Victor Alfonso Romero yang juga rekan senegara Aldo, hingga gelandang full power Matsunaga Shohei. (*)
: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.