Samarinda (ANTARA News - Kaltim) - Pihak DPRD Kalimantan Timur mempertanyaan janji Pertamina yang akan mengatasi krisis BBM dengan menambah stok, kenyataannya kelangkaan masih terjadi di sepanjang jalur Kota Samarinda, Kota Bontang dan Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

"Dari pengamatan kami hari ini (Kamis) kelangkaan BBM masih terus berlangsung di sepanjang jalur Samarinda menuju Kota Bontang hingga ke Sangatta," ujar salah seorang anggota Komisi III (Bidang Pembangunan) DPRD Kaltim, Wibowo Handoko di Samarinda, kemarin.

Ia menambahkan bahwa pada  beberapa SPBU di jalur wilayah utara Kaltim ini masih terlihat antrian bahkan beberapa SPBU terlihat tutup akibat kehabisan stok.

Rombongan Komisi III DPRD Kaltim khususnya dari Dapil (Daerah Pemilihan) IV wilayah Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau itu juga sempat menyaksikan antrian BBM di dalam Kota Bontang.

"Kami sempat mampir di SPBU di Kota Bontang milik PT. PKT namun di tempat ini  tidak terjadi antrian," katanya.

"Kami juga melihat antrian panjang di SPBU Jalan Yos Sudarso, Sangatta," ujar Wibowo Handoko.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kaltim itu menilai, kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota tersebut disebabkan terganggunya rantai distribusi BBM.

"Kami jelas melihat ada gangguan rantai distribusi BBM sebab jika hanya disebabkan pengecer atau peningkatan kendaraan, hal itu tidak akan sampai berdampak signifikan. Tidak bisa dipungkiri, kedua hal itu juga mengganggu distribusi BBM namun kami menilai bukan sebagai penyebab kelangkaan seperti yang saat ini terjadi," kata Wibowo Handoko.

Anggota Komisi III lainnya yang ikut inspeksi mendadak (sidak) BBM dan kerusakan jalan dibagian utara Kaltim tersebut, Syaifuddin DJ menyatakan, hasil peninjauan tersebut akan dijadikan dasar untuk mempertanyakan terjadinya kelangkaan BBM di beberapa daerah di Kaltim.

"Dari hasil pengamatan ini, kami akan merumuskan beberapa hal khususnya terkait berlarutnya kelangkaan BBM di beberapa kabupaten/kota di Kaltim," katanya.

"Setelah kunjungn ini, kami juga akan menjadwalkan pertemuan kembali dengan pihak Pertamina termasuk instansi terkait guna mencari solusi agar kelangkaan BBM tersebut bisa segera diatasi," ungkap Saifuddin Djumran.

Politisi dari Gerindra itu meminta pihak Pertamina segera turun untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM.

"Saya heran sebab yang langka di Kaltim hanya premium. Jadi, pihak Pertamina bersama pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota harus segera mencari solusi mengatasi kesulitan BBM ini dan jangan tunggu sampai masyarakat bertindak," ungkap Syaifuddin DJ.     


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026