Singkawang (ANTARA) - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyebabkan penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, terhenti hampir sebulan karena jarak pandang di sekitar bandara belum memenuhi standar keselamatan penerbangan.
Kepala Satuan Pelayanan Bandara Singkawang Ilham Hafizi di Singkawang, Selasa, mengatakan, penerbangan terakhir yang beroperasi di bandara tersebut berlangsung pada 17 Agustus 2026. Setelah itu, seluruh jadwal penerbangan belum dapat diberangkatkan hingga Senin (14/9).
"Penerbangan terakhir itu pada tanggal 17 Agustus, setelah itu belum ada penerbangan sampai hari ini karena kabut asap," kata Ilham Hafizi.
Menurut dia, kabut asap yang menyelimuti wilayah Singkawang dan sekitarnya membuat jarak pandang di kawasan bandara terbatas. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama dalam memastikan keselamatan penerbangan.
Hujan deras yang mengguyur Kota Singkawang pada Senin dini hari juga belum mampu memperbaiki kondisi udara secara signifikan. Kabut asap masih cukup pekat sehingga jarak pandang belum memungkinkan untuk penerbangan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kabut asap hentikan penerbangan di Bandara Singkawang hampir sebulan
Pewarta: NarwatiEditor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.