Hal itu diakui Abdullah Pengawas TPA yang sekaligus Ketua Kelompok Ternak Sapi di Bontang, Selasa sehingga mereka kini berhasil mengembangkan ternak sapi bantuan pemerintah itu.
Misalnya, mereka pada 2008 lalu mendapat bantuan sapi ternak dari Provinsi Kaltim sebanyak 22 ekor terdiri 20 ekor betina dan dua pejantan. Namun, kini sudah berkembang menjadi 56 ekor sapi belum termasuk anak sapi yang baru lahir berkat memanfaatkan limbah itu.
Terlihat segerombolan sapi sedang sibuk memakan limbah sampah yang baru saja diturunkan dari sebuah truk sampah Dinas Pertamanan Kebersihan dan Pemadam Kebakaran Bontang di lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) Jl Infeksi Bontang Lestari.
Hal ini sebagai sesuatu yang menarik perhatian, kenapa kok dilokasi pembuangan sampah ada ternak sapi yang jumlahnya cukup lumayan?. Sementara dilokasi yang sama hanya nampak satu orang pemulung sedang memungut sampah yang bisa diloakkan.
Abdullah Pengawas TPA yang sekaligus Ketua Kelompok Ternak Sapi dilokasi TPA menuturkan bahwa dirinya dan sembilan teman lainnya awal mulanya pada tahun 2008 lalu mendapat bantuan sapi ternak dari Provinsi Kaltim sebanyak 22 ekor terdiri 20 ekor betina dan dua pejantan.
Saat ini dari 22 ekor sapi itu telah berkembang menjadi 56 ekor sapi belum termasuk anak sapi yang baru lahir.
“Sapi-sapi ini setelah memberikan dua anak maka kami gulirkan ke anggota lain, sesama pekerja di TPA ini,†kata Abdullah.
Sapi-sapi itu cukup makan limbah sampah dan kadang jika sudah bosan akan pindah lokasi sampingnya yang telah ditumbuhi rerumputan yang semula juga merupakan sampah setinggi dua meter namun telah ditimbun.
Abdullah menuturkan fasilitas di TPA antara lain work shop perbaikan alat berat, ganti oli dan servis. Fasilitas lain, tandon air, listrik dengan genset, musola, rumah jaga, rumah timbangan sampah untuk menimbang semua sampah yang dikirim oleh Dinas Kebersihan maupun masyarakat umum.
TPA Bontang Lestari saat ini menempati areal seluas 22 ha, dengan pagar keliling, beberapa kolam penyaringan air limbah sampah, sebelum air tersebut dialirkan ke alam bebas.
TPA Bontang Lestari ternyata sebuah simbiosis mutualisme antara pekerjan yang terdayakan dengan beternak sapi memakan limbah sampah dan berkadang di TPA sekaligus.
"Ada teknik menetralisir, yakni dengan memberi pakan rumput atau makanan alamiah lainnya selama dua bulan sebelum dipotong," kata Syaiful Islam Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Feteriner Dinas Perikanan Kelautan dan Pertanian Bontang, ketika dikonfirmasi terkait bahan kimia berbahaya yang larut dalam darah sapi melalui asupan sampah organik.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.