“Sesepi-sepinya pembeli, uang yang masuk masih lumayan, yaikni sebesar Rp5 juta per hari, sedangkan jika saat ramai seperti sekarang, uang yang masuk sedikitnya Rp10 juta per hari,†kata Yetty, pemilik kios di Pasar Lingkas saat ditemui di kiosnya, Rabu.
Barang-barang yang dijual di pasar itu 99 persen merupakan produksi dari negeri tetangga,Malaysia. Sedangkan sisanya yang 1 persen merupakan produksi Tarakan, Indonesia, yakni ikan asin dan udang kering dalam kemasan.
Sejumlah barang produksi Malaysia itu berupa makanan jadi dalam kemasan dan susu, seperti mie untuk makanan anak-anak, roti gulung, roti kering, cokelat, susu putih manis, susu cokelat dan beberapa jenis produk makanan ringan lainnya.
Kemudian ada juga minyak angin, parfum, sabun dan pasta gigi. “Kebanyakan yang membeli barang di kios saya adalah warga dari Samarinda, hanya sedikit saja warga dari Balikpapan dan sekitarnya,†ucap dia.
Menurutnya, wisatawan nusantara dari Samarinda dan sejumlah daerah lain di Indonesia lebih suka membeli produk dari Malaysia. Hal ini dikarenakan di daerahnya tidak dijual makanan atau susu produk dari Malaysia itu.
“Seperti susu Milo dan roti ini, jenis ini kan tidak ada dijual di Samarinda, makanya mereka membeli di Tarakan, selain juga untuk oleh-oleh yang akan dibagikan kepada keluarga atau teman-teman dekatnya,†ujar Yetty sambil menunjuk susu dan roti buatan Malaysia itu.
Dia melanjutkan, hanya ada dua bahan makanan saja hasil produksi lokal yang diburu warga Samarinda, yakni ikan kering dan udang kering. Jenis ini disukai oleh warg dari Samarinda karena merupakan produksi khas Tarakan yang tidak dijual di Ibukota Kaltim itu.
Sepi dan ramainya pembeli yang mampir ke kiosnya, lanjut dia, setiap tahun selalau bermusim. Biasanya pembeli agak sepi mulai Januari hinga pertengahan Maret. Namun sejak pertengahan Maret hingga Desember selalau ramai dikunjungi pembeli dari Samarinda.
Menurut Chairil, satu di antara sejumlah pembeli lain di kios itu, ramainya pendatang dari Samarinda ke Tarakan mulai pertengahan Maret, bisa jadi karena anggaran dari Pemprov Kaltim mulai proses pencairan, sehingga program kerja ke wilayah Utara Kaltim mulai dijalankan.
Dikatakan, Tarakan merupakan pusat kedatangan dan keberangkan bagi warga dari Samarinda yang bekerja di lingkungan Pemprov Kaltim, yakni melakukan kunjungan kerja ke lima daerah di Utara, seperti Kabupaten Bulungan, Tana Tidung, Malinau, Nunukan dan Kota Tarakan sendiri.
Semua warga yang ingin mendatangi atau menjalankan tugas ke-empat daerah itu harus datang dulu ke Tarakan, yakni melalui Bandara Sepinggan, Balikpapan menuju Tarakan, selanjutnya menyebar ke daerah-daerah yang dituju dengan menggunakan speed boat.
Begitu pula jika ingin ke Samarinda, maka harus kembali dulu ke Tarakan. “Saat mau pulang itulah, mereka menyempatkan diri belanja oleh-oleh khas yang hanya dijual di Tarakan, kemudian ada yang langsung menuju Bandara Juwata, ada juga yang menginap dulu di Tarakan,†ujar Chairil menjelaskan.
: Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.