"Kenaikan harga (inflasi) pada Desember yang terjadi di Kaltim karena adanya peningkatan indeks harga yang tinggi, terutama pada kelompok bahan makanan yang berinflasi 3,07 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim M Habibullah di Samarinda, Selasa.
Komoditas lain yang juga menyumbang inflasi pada Desember adalah kelompok transportasi dan komunikasi yang berinflasi 1,51 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau berinflasi 0,43 persen.
Kemudian kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,40 persen, kelompok pendidikan, kesehatan, dan olah raga berinflasi 0,06 persen. Sedangkan kelompok sandang mengalami deflasi (penurunan harga) minus 0,03 persen.
"Sampai Desember 2016 inflasi tahun kalender Kaltim sebesar 3,39 persen. Kemudian untuk inflasi year on year (tahun ke tahun) juga memiliki angka yang sama, yakni berinflasi 3,39 persen," ujarnya.
Jika dirinci menurut dua kota di Kaltim yang ditetapkan sebagai patokan indeks harga konsumen (IHK), maka pada Desember 2016 Samarinda mengalami inflasi 0,87 persen dengan IHK 128,83, kemudian Balikpapan berinflasi 1,26 persen dengan IHK 131,58.
Sedangkan untuk inflasi tahun kalender di Samarinda sebesar 2,83 persen dan Balikpapan berinflasi 4,13 persen. Sementara besaran inflasi year on year sama dengan besaran inflasi tahun kalender.
Ia juga mengatakan pada Desember 2016 kelompok pengeluaran yang memiliki andil dominan terhadap laju inflasi di Kaltim adalah kelompok bahan makanan yang sebesar 0,59 persen, diikuti kelompok transportasi dan komunikasi dengan andil 0,09 persen.
Secara nasional, lanjut dia, dari 82 kota yang menjadi patokan IHK, pada Desember terdapat 78 kota mengalami inflasi, sementara empat kota lainnya justru berdeflasi. Inflasi tertinggi di Lhokseumawe sebesar 2,25 persen dan terendah di Tembilahan sebesar 0,02 persen. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.