Pelatih tim karate Kaltim Jalu Sharin di Samarinda, Senin, mengatakan saat ini persaingan karateka dari berbagai daerah cukup ketat dan hampir merata, sehingga terlalu dini untuk membicarakan masalah medali.
Menurut Jalu, atlet yang menjadi unggulan belum menjadi jaminan dan bisa jadi bakal kalah di babak awal, mengingat semua atlet memiliki potensi sama untuk saling mengalahkan.
"Makanya kalau berbicara tentang hasil, saya belum bisa ngomong banyak karena yang penting seluruh atlet akan berjuang maksimal untuk memenuhi target medali emas dari KONI Kaltim," jelasnya.
Pada PON 2016, tim karate Kaltim berkekuatan sebanyak delapan atlet dan akan mengikuti enam kelas.
"Untuk nomor beregu putri, kami masih melihat kondisi atlet, apakah memungkinkan untuk bermain, karena untuk pendaftarannya setelah pertandingan nomor perorangan selesai," imbuh Jalu.
Dari enam nomer yang diikuti, Jalu hanya berharap anak asuhnya bisa menyumbangkan minimal satu medali emas.
"Satu emas ini akan kami perjuangkan, baik di nomor kumite (tarung) maupun kata (kerapian jurus). Artinya harus tetap optimistis, walaupun untuk peta kekuatan saat ini sudah mulai merata dan setiap daerah itu memiliki peluang sama," katanya.
Ia menambahkan persiapan karateka Kaltim tinggal pematangan mental tanding, setelah beberapa bulan menjalani program pemusatan latihan daerah untuk mengasah kondisi fisik dan teknik.
"Kami fokus persiapan mental saja sebelum bertanding, karena persiapan teknik dan fisik sudah dilalui para atlet," ujarnya.
Tim karate Kaltim berangkat ke Bandung pada hari ini atau lebih cepat tiga hari dari jadwal semula, karena pertimbangan proses adaptasi atlet dengan kondisi dan arena pertandingan.
"Awalnya kami rencanakan berangkat pada 15 September, tapi berhubung perlu penyesuaian kondisi cuaca dingin, maka jadwal keberangkatan dimajukan," kata Jalu. (*)
Pewarta: ArumantoEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.