Samarinda (ANTARA Kalatim) -  Daging sapi yang dikonsumi warga Provinsi Kalimantan Timur sepanjang 2016 diperkirakan sebanyak 10.852 ton, atau mengalami kenaikan ketimbang tahun sebelumnya karena adanya kenaikan jumlah penduduk yang menjadi sekitar 4 juta jiwa.

"Tahun 2014 daging sapi yang dikonsumsi warga sekitar 10.400 ton, tahun 2015 sekitar 10.600 ton, dan tahun 2016 diperkirakan tingkat konsumsinya sebanyak 10.852 ton," ujar Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kaltim Dadang Sudarya di Samarinda, Senin.

Dari 10.852 ton daging sapi tersebut, merupakan daging dalam bentuk sapi yang masih hidup, baik sapi potong yang disiapkan oleh peternak lokal maupun sapi yang didatangkan dari luar daerah.

Daging sapi sebanyak 10.852 ton tersebut setara dengan 68.862 ekor dan diyakini masyarakat tidak akan kekurangan karena pihaknya menyediakan stok berlebih, yakni mencapai 70.615 ekor sapi sehingga masih kelebihan 1.753 ekor.

Sapi sebanyak itu didatangkan secara berkala untuk mencukupi kebutuhan daging sapi per bulan, sedangkan jumlah kebutuhan terbanyak terjadi di hari-hari besar tertentu seperti menjelang Idul Fitri dan Idul Adha.

Untuk hari-hari biasa sepanjang Januari-Juni 2016, lanjutnya, sapi potong yang dibutuhkan warga kisaran 4.550 ekor atau rata-rata setara dengan 750 ton daging setelah disembelih.

Sedangkan pada Juli 2016 yang bertepatan dengan Ramadhan dan Idul Fitri, dibutuhkan daging sapi sebanyak 1.574 ton atau mencapai 9.987 ekor sapi.

Sementara jumlah stok yang disiapkan mencapai 10.242 ekor sehingga masih lebih 255 ekor. Sisa lebih inilah yang kemudian untuk mencukupi kebutuhan daging di bulan berikutnya.

Kebutuhan lain yang juga banyak adalah menjelang Idul Adha beberapa pekan ke depan, yakni diperkirakan warga Kaltim membutuhkan sebanyak 11.303 ekor sapi potong yang kebanyakan untuk kurban.

"Dari total kebutuhan itu, warga tidak perlu cemas karena ketersedian sapi potong khusus untuk menghadapi Idul Adha ini mencapai 11.591 ekor," kata Dadang didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Sri Winarni. (*)

Pewarta: M Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026