Sangata  (ANTARANews- Kaltim) - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur akan mengembagkan infrastruktur dikawasan pesisir akan membangun pasar semi moderen, tepatya di Kecamatan Sangkulirang.

"Pembangunan pasar semi moderen pertama di kawasan pesisir  akan menghabiskan anggaran senilai Rp1.8 Miliar,"kata Kabag Humas Pemkab Kutai Timur, Syahbudin, S.Sos, Minggu
 
Nilai Pembangunan pasar pesisir tahap pertama dengan total anggaran Rp 1.891.386.000 dari APBD II Kutai Timur, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Kutim H Isran Noor, dengan disaksikan tokoh agama dan tokoh masyarakat wilayah pesisir, anggota DPRD dan unsur Muspida, pekan lalu
   
"Kepada ANTARA, Syahbuddin mengatakan, pembangunan pasar semi moderen itu terdiri dua bagian yakni pasar kering untuk bagian wilayah daratan dan pasar basah di tepi laut,

Kenapa ada dua bagian, karena memang pasar Sagkulirang selama ini berada dipermukaan laut sekaligus menjadi tempat penampungan ikan (TPI) dan sebagian berada didarat yang dijadikan pasar tradisional
  
"Proyek tersebut akan dikerjakan oleh PT Rafa Unggul Sejahtera Langgeng dalam jangka waktu 100 hari kalender itu lokasinya terletak berdekatan dengan Masjid Besar Ar Rahman Desa Benua Baru Ilir.,"kata Syahbudin
  
Sesuai kontrak dengan nomor 602/02/SPKK/PSR-SKL/DPU-CK/VIII/2010 tanggal 20 Agustus 2010 setelah selesai tahab pembangunan, pihak kontraktor akan memberikan pemeliharaan sekitar 180 hari
 
Menurut Syahbudin, pembangunan pasar semi moderen sangat tepat,guna meningkatkan ekonomi pedagang dan masyarakat yang berada di pesisir Kutai Timur, khususnya Sangkulirang, Sandaran, Kaubung dan Kaliorang, serta daerah lainnya
 
"Selain itu sudah pasti bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pasar akan meningkat,"katanya menambahkan
  
Pemerintah Kabupaten akan terus melakukan peningkatan infrastruktur pasar itu secara bertahap untuk menampung seluruh hasil nelayan, pertanian dan perkebunan
  
Beberapa pasar tradisional dipesisir di bangun melalui anggaran APBD seperti pasar sangkulirang, kaliorang, namun cukup berperan dan berkontribusi kepada daerah.


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026