Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Badan Pusat Statistik mencatat Provinsi Kalimantan Timur mengalami inflasi 0,09 persen pada Mei 2016 atau terjadi perubahan indeks harga konsumen dari 126,16 pada April, menjadi 126,25 pada Mei.

"Ini berarti sampai dengan Mei 2016, inflasi Kaltim tahun kalender tercatat 0,41 persen, sementara untuk inflasi `year on year` mencapai 4,25 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim M Habibullah di Samarinda, Rabu.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada lima kelompok pengeluaran, yakni kelompok sandang yang mengalami inflasi sebesar 0,48 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau berinflasi 0,29 persen.

Kemudian kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami inflasi 0,28 persen, selanjutnya kelompok transportasi dan komunikasi berinflasi 0,05 persen, serta kelompok perumahan berinflasi 0,001 persen.

Sementara itu, lanjutnya, kondisi kota-kota lain yang berada di Pulau Kalimantan ada yang mengalami inflasi lebih tinggi dan ada yang lebih rendah, seperti inflasi di Kota Pontianak 1,67 persen, Tarakan 0,57 persen, Sampit 0,42 persen, Singkawang 0,41 persen, Banjarmasin 0,30 persen, Palangkaraya 0,02 persen, dan Kota Tanjung terjadi deflasi minus 0,19 persen.

Sedangkan secara nasional, dari 82 kota yang telah ditetapkan menjadi patokan IHK untuk menentukan indeks harga konsumen, sebanyak 67 kota mengalami inflasi dan 15 kota lainnya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak yang sebesar 1,67 persen dan terendah di Singaraja sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Sorong sebesar 0,92 persen dan terendah di Maumere 0,01 persen.

Untuk Provinsi Kaltim, lanjut Habibullah, jika dirinci menurut kota pembentuk IHK, maka pada Mei 2016 Kota Samarinda mengalami inflasi 0,06 persen dan Kota Balikpapan berinflasi sebesar 0,13 persen.

"Inflasi Kaltim pada Mei 2016 jika dibandingkan pada periode yang sama dua tahun sebelumnya, pada Mei 2015 Kaltim berinflasi 0,41 persen dan Mei 2014 mengalami inflasi 0,23 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender untuk Mei 2015 tercatat 1,14 persen dan pada Mei 2014 sebesar 1,81 persen," kata Habibullah lagi. (*)

Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026