kenaikan harga ini mampu memberikan semangat tersendiri bagi petani sawitSamarinda (ANTARA Kaltim) - Harga tandan buah segar atau TBS kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur periode April 2015 kembali mengalami kenaikan, setelah pada bulan sebelumnya juga naik, sehingga diyakini para petani sawit semakin bergairah.
"Untuk TBS kelapa sawit dengan umur di atas 10 tahun pada Maret lalu naik Rp10,78 per kilogram, sehingga menjadi Rp1.549,51 per kilogram. Pada April ini kembali naik menjadi Rp1.589,14 per kilogram," ujar Ketua Tim Penetapan Harga TBS Kaltim Mochammad Yusuf di Samarinda, Sabtu.
Ia meyakini kenaikan harga ini mampu memberikan semangat tersendiri bagi petani sawit, baik petani plasma maupun perusahaan perkebunan kelapa sawit, karena daya beli petani akan bisa naik dan diharapkan memiliki kelebihan pendapatan.
Yusuf juga memprediksi bahwa untuk bulan-bulan mendatang harga TBS akan terus naik, seiring semakin tingginya permintaan konsumen yang membutuhkan bahan baku dari sawit untuk diolah menjadi berbagai produk turunan minyak sawit.
Menurut ia, kenaikan harga itu disepakati setelah pihaknya melakukan kajian dan melakukan rapat dengan Tim Penetapan Harga Pembelian TBS untuk wilayah Kaltim.
Selain menetapkan harga TBS di atas umur 10 tahun, tim juga telah menetapkan harga TBS dengan umur di bawahnya, yakni untuk kelapa sawit berumur tiga tahun ditetapkan seharga Rp1.393,37 per kilogram.
Kemudian umur empat tahun ditetapkan Rp1.422,81 per kilogram, umur lima tahun Rp1.452,50 per kilogram, umur enam tahun Rp1.490,06 per kilogram, dan umur tujuh tahun harga dipatok Rp1.504,67 per kilogram.
Selanjutnya untuk TBS dengan umur delapan tahun ditetapkan seharga Rp1.541,07 per kilogram, dan TBS yang dipanen pada umur sembilan tahun disepakati seharga Rp1.576,43 per kilogram.
Tim juga telah menetapkan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tertimbang dengan harga Rp7.561,66 per kilogram, harga kernel atau inti sawit rerata tertimbang ditetapkan sebesar Rp4.394,44 per kilogram. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.