"Disdik harus melalukan persiapan hingga 100 persen agar tidak ada kendala ketika UN berlangsung. Jangan sampai ketidaksiapan itu berimbas terganggunya UN," kata Etha ketika dihubungi di Bontang, Sabtu.
Menurut Etha, jika pelaksanaan UN yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia terganggu, maka konsentrasi siswa/siswi juga ikut terpengaruh.
Selain itu, politisi Partai Gerindra itu juga meminta kepada orang tua siswa untuk mengawal dan memberikan dorongan positif kepada putra-putrinya, terutama pendampingan ketika berada di rumah.
"Komunikasi bersama anak juga penting dilakukan, untuk memberikan semangat dan melakukan pengawasan jam belajar," tambahnya.
Sebelumnya, Komisi II DPRD Kota Bontang juga telah meminta pihak PLN Rayon Bontang untuk tidak melakukan pemadaman bergilir saat UN berlangsung agar tidak mengganggu konsentrasi siswa/siswa.
"Kami minta pihak PLN tidak melakukan pemadaman bergilir atau pemeliharaan jaringan yang dapat mengganggu aktivitas belajat siswa dalam menghadapi UN," ujar Ketua Komisi II DPRD Bontang, Ubayya Bengawan.
Apalagi, jika pemadaman itu dilakukan pada malam hari yang pasti mengganggu persiapan siswa. "Jangan ada pemadaman atau 'maintenance', kecuali sangat mendesak," tambahnya saat rapat kerja bersama pihak PLN Bontang. (Adv/*)
Pewarta: IrwanEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.