Untuk renungan suci malam ini pesertanya terbatas, hanya sekitar 300 orang
Nusantara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar upacara Renungan Suci di Taman Kusuma Bangsa, yang berada tepat di depan Istana Garuda Nusantara, Sabtu (16/8) malam, sebagai rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
"Untuk renungan suci malam ini pesertanya terbatas, hanya sekitar 300 orang," jelas Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Ia mengungkapkan, mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) OIKN, TNI-Polri, kementerian dan lembaga yang berkegiatan di IKN, hingga perwakilan dunia usaha.
“Termasuk (ASN/perwakilan, red) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Kesehatan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), juga beberapa rumah sakit seperti Hermina dan Mayapada," paparnya.
Selain itu, Bank Indonesia, serta sejumlah hotel seperti Swissotel dan Hotel Kubika juga kita libatkan..
Menurutnya, dengan keterlibatan berbagai pihak, Basuki berharap rangkaian perayaan HUT ke-80 RI di IKN berlangsung khidmat sekaligus meriah sebagai momentum memperkuat kebersamaan.
Dikemukakannya, seluruh kegiatan HUT RI di IKN disusun mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Kementerian Sekretaris Negara. Hanya saja, ada tambahan kegiatan seperti penanaman pohon.
“Selanjutnya besok pagi upacara penaikan bendera, sore harinya penurunan bendera, dan malamnya ditutup dengan pesta rakyat,” ujarnya.
Ketua Panitia HUT RI di IKN sekaligus Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu, menambahkan renungan suci menjadi salah satu agenda utama sebelum upacara pengibaran bendera pada 17 Agustus dan penurunan bendera yang akan dilanjutkan dengan pesta rakyat.
Menurut Thomas, makna terdalam dari renungan suci adalah mengenang jasa para pahlawan sekaligus mewariskan semangat perjuangan kepada generasi milenial dan Gen Z yang mulai bermukim di Nusantara.
Lanjutnya, meski tidak digelar di Taman Makam Pahlawan, lokasi ini dipilih karena memiliki monumen dan patung Soekarno-Hatta, serta dianggap strategis.
Suasana hening dengan penerangan obor di tengah lapangan menambah kekhidmatan acara.
Thomas menyampaikan, penyelenggaraan kegiatan didukung pihak perbankan, sementara panitia internal bertugas menyusun rangkaian acara.
“Kami ingin acara ini tidak hanya dinikmati internal, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum,” katanya.
Dalam renungan suci yang digelar di IKN tersebut, juga menghadirkan orkestra legendaris yakni Twilite Orchestra yang dipimpin oleh Addie Muljadi Sumaatmadja atau yang dikenal Addie MS.
Mereka membawakan lagu “Mengheningkan Cipta” ciptaan Truno Prawit, serta lagu “Tanah Airku” ciptaan Ibu Soed.
“Ini mengharukan sekali, karena kami tampil secara akustik. Mikrofon hanya dipakai untuk keperluan streaming, tapi tidak ada speaker pengeras suara. Suasananya hening, khidmat, dan sangat menyentuh,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman kali ini berbeda dengan biasanya. Orkestra yang biasanya tampil di hall atau gedung pertunjukan, kali ini membawakan musik di ruang terbuka dengan latar kemegahan Istana Negara dan panorama Nusantara.
“Setting-nya masterpiece. Bermain di depan istana dan alam Nusantara memberikan rasa yang sangat berbeda, penuh khidmat,” tambahnya.
Ia menyebutkan, sebanyak 45 orang pemusik simfoni didatangkan langsung dari Jakarta. Kehadiran mereka difasilitasi sejumlah pihak, termasuk para pengusaha dan dukungan penuh dari Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
“Kalau tidak ada dukungan pengusaha dan Pak Basuki yang punya passion luar biasa menghadirkan kami di sini, mungkin sulit terlaksana,” katanya.
Pewarta: Muhammad Solih JanuarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026