Pernyataan 92 OKP tersebut telah kami teruskan ke DPP KNPI Pusat. Setelah diverikasi dan turun ke lapangan, akhirnya diputuskan untuk melaksanakan musprovlub,"
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Kalimantan Timur Khairudin dilengserkan oleh sejumlah organisasi kepemudaan dan organisasi masyarakat yang mendukungnya, sebelum masa jabatannya berakhir pada tahun 2016 mendatang.

Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kaltim Yunus Nusi di Samarinda, Kamis, mengatakan sebanyak 92 organisasi kepemudaan (OKP) dan ormas yang menjadi anggota KNPI Kaltim membuat surat pernyataan berisi desakan menggelar musyawarah provinsi luar biasa (Musprovlub) untuk memilih ketua baru.

Ia mengatakan alasan pelengseran karena ketua KNPI Kaltim dinilai telah menyalahi aturan organisasi yang tertuang dalam AD/ART, seperti manipulasi data pengurus dalam jumlah jamak dan tidak melaksanakan hasil keputusan Musyawarah Provinsi (Musprov) KNPI untuk menyelenggarakan Kongres Pemuda di Kaltim.

"Pernyataan 92 OKP tersebut telah kami teruskan ke DPP KNPI Pusat. Setelah diverikasi dan turun ke lapangan, akhirnya diputuskan untuk melaksanakan musprovlub," terang Yunus.

Yunus menjelaskan bahwa KNPI Pusat menyerahkan penanggung jawab pelaksanaan Musprovlub tersebut kepada MPI Kaltim.

"Kami sudah melakukan rapat dan menetapkan jadwal pelaksanaan musprovlub pada Sabtu (10/1) di Gedung Graha Pemuda, Samarinda," tambahnya.

Rapat MPI itu juga telah membentuk kepanitiaan musprovlub, seperti "steering comittee" (SC) yang diketuai Zainal Arifin dan "Organization Comittee" (OC) yang dikomando Arafat Zulkarnaen.

"Kepanitian tersebut telah bekerja untuk melaksanakan Musprovlub KNPI dengan agenda pemilihan ketua baru," jelas Yunus.

Yunus membantah adanya unsur politis dalam pelengseran ketua KNPI Kaltim tersebut, karena sebelumnya KNPI tengah getol menyuarakan otonomi khusus untuk Provinsi Kaltim.

"Isu musprovlub ini sudah berhembus lama. Sebelum isu otsus itu muncul sudah ada wacana pelengseran ketua, dan yang pasti kami warga Kaltim juga mendukung terwujudnya otonomi khusus," tegas Yunus.    (*)

Pewarta: Arumanto
: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026