Dari 58 calon komisioner KPU Samarinda yang seharusnya mengikuti tes tertulis hari ini (Rabu) ada dua peserta yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Jadi, kedua peserta yang tidak mengikuti tes tertulis tersebut dinyatakan gugur,"Samarinda (ANTARA Kaltim) - Dua calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda, dinyatakan gugur karena tidak mengikuti tes tertulis.
Salah seorang anggota Tim Seleksi (Timsel) calon Komisioner KPU Samarinda, Edy Santoso, Rabu mengatakan, keduanya tidak mengikuti tes tertulis yang dilaksanakan di Kampus Universitas 17 Agustus (Untag) Samarinda, tanpa alasan yang jelas.
"Dari 58 calon komisioner KPU Samarinda yang seharusnya mengikuti tes tertulis hari ini (Rabu) ada dua peserta yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Jadi, kedua peserta yang tidak mengikuti tes tertulis tersebut dinyatakan gugur," ungkap Edy Santoso.
Ke-56 calon Komisioner KPU Samarinda yang telah mengikuti tes tertulis itu kata Edy Santoso selanjutnya akan mengikut tes kesehatan pada 27-28 Februari serta psikotes yang digelar pada 1-2 Maret 2014.
"Seluruh peserta sudah harus hadir sebelum pukul 08. 00 Wita. Jadi, kami tidak akan mentolelir jika ada calon komisioner yang terlambat datang mengikuti tes kesehatan yang dilaksanakan mulai besok (Kamis)," katanya.
"Kedisiplinan ini kami berlakukan agar Komisioner KPU Samarinda terpilih nanti bisa bekerja secara cepat, tepat dan profesinaol sebab praktis waktu mereka sudah sangat mendesak dalam mempersiapkan pelaksanaan pemilu 2014," ungkap Edy Santoso.
Calon komisioner yang terpilih menjadi anggota KPU Samarinda periode 2014-2019 menurut Edy Santoso memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar, sebab pelaksanaan Pemilu Legislatif tersisa satu bulan.
"Komisioner KPU Samarinda terpilih nanti tidak lagi harus berlari, tetapi harus lari sekencang-kencangnya sebab pelaksanaan Pemilu Legislatif sudah sangat dekat sehingga mereka harus bekerja semaksimal mungkn agar pesta demokrasi untuk memilih wakil rakyat itu bisa berjalan lancar dan sukses," ujar Edy Santoso.
Proses pendaftaran calon komisoner KPU Samarinda kata Edy Santoso, berlangsung sejak 15 hingga 22 Februari 2013.
Dari 139 orang yang mengambil formulir kata dia, 75 di antaranya mengembalikan berkas dan berdasarkan hasil seleksi berkas hanya 58 orang yang dinilai memenuhi syarat.
"Pada selski awal, sebanyak 17 orang yang tidak lolos berkas, salah satu di antaranya berusia 26 tahun atau di bawah persyaratan minimal usia yakni 30 tahun Edy Santoso.
Calon komisioner KPU Samarinda itu kata Edy Santoso selanjutnya akan menjalani serangkaian seleksi mulai tes tertulis yang dilaksanakan pada 26 Februari, tes kesehatan pada 27-28 Februari serta psikotes yang rencananya digelar pada 1-2 Maret 2014.
Dari tiga tahapan seleksi itu kata Edy Santoso akan dijaring lagi 20 orang untuk mengikuti seleksi terakhir yakni tes wawancara, sebelum diajukan ke KPU Kaltim.
"Hasil seleksi melalui tiga tahapantes itu akan dijaring 20 orang yang akan diurut berdasarkan peringkat. Kemudian, akan dijaring lagi menjadi 10 orang melalui tes wawancara. Ke-10 nama itulah yang kemudian akan diajukan ke KPU Kaltim untuk dipilih menjadi lima orang sebagai Komisioner KPU Samarinda periode 2014-2019," katanya.
"Penyerahan 10 nama yang berhasil lolos tahapan seleksi itu akan kami serahkan ke KPU Kaltim pada 7 Maret 2014," ungkap Edy Santoso.
Pada seleksi calon komisioner KPU Samarinda itu, dua diantaranya adalah calon "incumbent" atau mantan anggota KPU Samarinda periode 2009-2014 yakni, Syarifuddin Tangalindo (mantan Ketua KPU Samarinda) dan Ramon D Saragih, yang juga sempat mengikuti seleksi calon Komisoner KPU Kaltim.
Selain dua mantan komisioner KPU Samarinda, dari 58 orang yang lolos seleksi berkas itu ujar Edy Santoso, lima diantaranya adalah wartawan dan yang lainnya berasal dari berbagai profesi mulai akademisi, praktisi termasuk guru.
"Kami (Timsel) tetap berkomitmen untuk menjalankan tugas sesuai aturan dan tidak akan terpengaruh kemungkinan adanya intervensi dari pihak lain untuk meloloskan calon tertentu. Jadik kami bekerja independen dan tetap profesional agar komisioner terpilih nantinya mem,ang benar-benar berkualitas, sesua harapan masyarakat," tutur Edy Santoso. (*)
Pewarta: Amirullah: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.