Benar, kini harganya turun bertahap. Kalau dibanding 2 pekan lalu turunnya sekitar Rp20.000 per gram untuk semua jenis emas,
Samarinda (ANTARA) - Harga emas di beberapa toko perhiasan di Samarinda mengalami penurunan sejak dua pekan terakhir ini, sehingga ini merupakan info penting bagi masyarakat sebagai salah satu investasi yang digemari.

“Benar, kini harganya turun bertahap kalau dibanding dua pekan lalu turunnya sekitar Rp20.000 per gram untuk semua jenis emas,” ungkap salah satu pemilik emas kawasan Pasar Pagi Haji Amir di Samarinda, Selasa.
 
Menurut salah satu pedagang emas di kawasan pertokoan perhiasan Pasar Pagi itu bahwa harga emas sudah mengalami penurunan selama dua pekan terakhir hingga Rp20.000 per gram.
 
Dikemukakannya, untuk emas 99 persen misalnya, hari ini hanya dijual sebesar Rp880.000 per gram, kemudian untuk emas batangan hanya dijual Rp885.000 per gram.
 
“Kalau emas kadar 70 persen dijual Rp700.000 per gram, sedangkan untuk emas kadar 42 persen dijual dengan harga Rp390.000 per gram,” imbuh Amir.
 
Ia memperkirakan bahwa harga emas akan cenderung tetap dan tidak ada kenaikan lagi untuk sementara waktu, mengingat peminatnya yang sedikit jelang momen Bulan Puasa seperti saat ini.
 
Kemudian, dari sisi global pun, isu perang dingin yang dilakukan oleh sejumlah negara di dunia mulai mereda, sehingga harga emas dunia tidak lagi mengalami lonjakan harga.
 
“Kemudian kalau jelang Ramadhan ini malah banyak yang jual ketimbang beli, nanti jelang lebaran baru kebalikannya. Salah satunya yang rajin jual adalah pelaku UMKM untuk tambahan modal mereka agar bisa berjualan aneka kudapan di momen Ramadan,” tuturnya.
 
Sementara itu, salah satu masyarakat Nita yang membeli emas di Pasar Pagi Samarinda mengaku, memang sengaja membeli emas sekarang karena harganya yang sudah jauh lebih murah, supaya menjadi berharga di masa depan.
 
“Sekalian investasi saja, karena emas ini mudah dijual kembali kalau kita memerlukan uang tunai untuk sebuah keperluan yang sifatnya mendadak,” ungkapnya.


Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Gunawan Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2026