Balikpapan (ANTARA) - Guna menjaga eksistensi lingkungan pesisir sekaligus memperingati Hari Mangrove Sedunia pekan ini, PT Sanggar Sarana Baja (SSB) menanam 1.500 bibit pohon bakau Rhyzopora mucronata di lahan seluas 1,5 hektare di belakang fasilitas mereka di Jalan Sultan Hasanuddin, Kariangau, awal pekan ini.


“Kami tanam bertahap sejak 6 bulan lalu,” kata Direktur PT Sanggar Sarana Baja Johan Budisusetija, Kamis.

Penanaman mangrove itu juga bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial (TJSL) perusahaan, yang diberi nama "Saya Sayang Bumi".

Pohon bakau yang baru ditanam itu juga dipantau terus kesehatannya. Untuk keperluan itu, perusahaan membangun sarana berupa jembatan  selebar lebih kurang 150 cm dan panjang 40 meter dari kayu ulin melingkari area penanaman.

Dengan demikian, menurut Budisusetija, SSB berusaha mengurangi risiko pengikisan daratan oleh gelombang air laut. Mangrove yang kelak tumbuh besar diharapkan menjadi pemecah gelombang sehingga kemampuan merusaknya mengecil juga.

Sudah terbukti juga dengan mangrove yang tumbuh subur, berbagai macam satwa juga kembali datang seperti burung-burung, ikan, udang,  dan kepiting.

Pada kesempatan  awal pekan ini, Wali Kota Rahmad Mas’ud yang datang ke lokasi penanaman.

"Artinya kami peduli bahwa Pemerintah Kota dan Pemerintah Pusat mendukung para investor,  karena itu jangan sampai merusak lingkungan,” kata Wali Kota.

Wali Kota Rahmad melanjutkan,  bahwa upaya yang telah dilakukan bersama antara seluruh pemangku kepentingan, serta koordinasi dan masukan dari berbagai pihak, akan menjaga bahkan menambah vegetasi mangrove yang ada di Teluk Balikpapan.

Menurut Wali Kota, kegiatan penanaman itu akan memberikan manfaat nyata untuk habitat dan ekosistem di DAS Wain, khususnya di Kariangau, dan secara tidak langsung pada perbaikan lingkungan perairan di wilayah kota Balikpapan.

 
 


Pewarta: Novi Abdi
Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026