Di bulan biasa jumlah permintaan daging bagi warga Kaltim sekitar 60 persen dari jumlah yang kami siapkan pada bulan puasa dan menjelang Idul Fitri,"
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Dinas Peternakan Provinsi Kaltim bekerjasama dengan peternak dan pedagang hasil peternakan, menyiapkan daging siap konsumsi sebanyak 2.543 ton untuk mencukupi kebutuhan warga yang biasanya meningkat saat Ramadhan dan lebaran.

"Di bulan biasa jumlah permintaan daging bagi warga Kaltim sekitar 60 persen dari jumlah yang kami siapkan pada bulan puasa dan menjelang Idul Fitri," ujar Kabid Pasca Panen dan Kesmavet Dinas Peternakan Kaltim Edith Hendartie di Samarinda, Senin.

Dia mengatakan jumlah daging yang sebanyak itu terdiri dari daging sapi sebanyak 1.585 ton atau setara dengan 10.095 ekor sapi.

Kemudian daging kambing sebanyak 118 ton atau setara dengan 8.707 ekor kambing, daging ayam sebanyak 784 ton atau setara dengan 761.500 ekor ayam, dan daging beku sebanyak 56,10 ton yang umumnya merupakan daging sapi.

Jumlah daging yang disiapkan itu diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan warga, pasalnya estimasi kebutuhan sepanjang Ramadhan hingga lebaran masih di bawah stok yang ada, yakni kebutuhannya sebanyak 2.292 daging siap konsumsi.

Kebutuhan yang sebanyak itu berasal dari 9.081 ekor sapi atau setara dengan 1.426 ton daging sapi siap konsumsi, kemudian kambing sebanyak 7.481 ekor atau setara dengan 100,99 ton daging kambing siap konsumsi.

Selanjutnya kebutuhan ril untuk daging ayam sebanyak 690.000 ekor atau setara dengan 711 ton daging ayam, dan kebutuhan daging beku yang dibutuhkan sebanyak 55 ton.

Dia mengakui bahwa sapi dan kambing itu lebih banyak didatangkan dari luar Kaltim, karena peternak lokal belum mampu mencukupi kebutuhan untuk daerah sendiri.

Kebutuhan yang didatangkan dari luar daerah itu adalah untuk sapi didatangkan dari Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan sebanyak 70 persen, sedangkan untuk kambing sekitar 56 persen didatangkan dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Sementara untuk ayam mampu dicukupi peternak lokal.   (*)

Pewarta: M Ghofar
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026