"Persediaan ini untuk memenuhi kebutuhan warga di Kaltim dan Kalimantan Utara," ujar Kepala Bidang Pascapanen dan Kesmavet Dinas Peternakan Kaltim Edith Hendartie di Samarinda, Minggu.
Ia menyebutkan persediaan ayam potong selama bulan puasa dan menjelang lebaran itu mencapai dua kali lipat dari persediaan pada hari-hari biasa. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, permintaan ayam potong selama bulan puasa dan Idul Fitri selalu melonjak.
Menurut dia, jumlah ayam potong 761.500 ekor itu setara dengan 784 ton daging ayam siap konsumsi.
Jumlah sebanyak itu diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan warga karena dari perhitungan yang dilakukan, jumlah ayam potong yang dibutuhkan sekitar 690.000 ekor atau setara dengan 711 ton daging ayam siap konsumsi.
Dia juga mengatakan saat ini harga daging ayam potong (boiler) sudah mengalami kenaikan dibanding beberapa pekan lalu, terutama saat harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinaikkan.
Jika hingga akhir Juli harga ayam boiler masih pada kisaran Rp33.000-Rp35.000 per ekor, maka saat ini sudah pada kisaran Rp40.000 per ekor.
Kemudian untuk harga daging ayam kampung yang sebelumnya pada kisaran Rp75.000 per kg, saat ini sudah mencapai kisaran Rp80.000 per kg.
Sedangkan harga ayam kampung per ekor bervariasi tergantung pada besar dan kecilnya ayam, yaitu yang sebelumnya pada kisaran Rp115.000-Rp120.000 per ekor, kini sudah naik pada kisaran Rp130.000-Rp140.000 per ekor. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.