Samarinda (ANTARA) - Ibu Kota Nusantara (IKN) baru di Provinsi Kalimantan Timur oleh Presiden Jokowi dan 34 pimpinan provinsi yang melaksanakan ritual kendi, pada 14 Maret 2022 lalu, banyak masyarakat setempat khawatir akan menjadi penonton saja.
Menanggapi hal tersebut Anggota DPRD Samarinda, Celni Pita Sari menegaskan, warga Tepian mulai dari sekarang mempersiapkan diri dengan mengikuti sejumlah pelatihan dan belajar lebih giat agar tak kalah saing dengan warga luar daerah.
Pasalnya IKN baru menggunakan sistem yang terbuka bagi siapa saja dan adanya MEA yang memungkinkan warga asing pun dapat bekerja di Nusantara.
“Maka pemuda kita mesti memperbanyak latihan dan training untuk menaikkan skill. Karena kalau kita tidak mengupgrade ilmu, maka kita akan menjadi penonton di tanah sendiri,” katanya, pada Jumat (18/03/2022).
Lebih lanjut, wanita yang akrab dipanggil Celni ini menjelaskan, adanya MOU dari Kominfo dengan Diskominfo Kota Samarinda yang memberikan sejumlah beasiswa hingga program pelatihan digital, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Itu salah satu usaha dari pemerintah untuk upgrade skill, seperti akademi, digital talent dan lainnya. Kemudian dari Disnaker juga mempunyai program-program pelatihan,” jelasnya.
Mengingat jaman sekarang yang serba digital, ia pun ingin mengajak para pemuda-pemudi untuk dapat memanfaatkan secara maksimal mencari sebuah informasi lowongan pekerjaan, maupun informasi-informasi yang dapat meningkatkan skill mereka secara otodidak.
“Sekarang era digital, maka anak muda zaman sekarang gampang sekali mencari pekerjaan yang berkaitan dengan digital. Misalnya seperti jualan online, bisnis apapun yang melibatkan platform E-commerce. Jadi mereka bisa bekerja dimana saja dan kapan saja,” tuturnya.
Tak hanya sampai disitu saja, adanya pemikiran yang kreatif dalam menciptakan suatu inovasi perlu dimiliki. Melihat persaingan di era serba digital ini, membuka peluang yang cukup besar, bagi usaha kecil menjadi usaha besar.
“Kalau mereka punya kemauan dan alasan kuat untuk mencari sumber penghasilan untuk meningkatkan taraf hidup mereka maka tidak ada yg susah. Karena sekarang bisnis sekecil apapun bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Hanya dengan menggunakan smartphone ataupun laptop, yang penting mereka bisa berfikir kreatif,” katanya. (adv)
Pewarta: ArumantoEditor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.