Kita berharap melalui pemeran ini, bisa memperkenalkan berbagai potensi ekonomi dan usaha di Kaltim untuk skala nasional maupun internasional
Jakarta (ANTARA Kaltim) - Pemprov Kaltim menampilkan berbagai potensi ekonomi dan infrastruktur serta pengembangan usaha mikro kecil dan menengah, termasuk rencana pelaksanaan Festival Derawan pada ajang Jakarta Fair di arena Jakarta Internasional Expo yang berlangsung 6 Juni hingga 7 Juli 2013.

Berbagai potensi yang ditampilkan melalui even tahunan itu, antara lain sejumlah proyek yang telah dilaksanakan dan yang akan dilakukan melalui  program Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan  Ekonomi  Indonesia (MP3EI) di Kaltim.

"Berbagai  kegiatan pembangunan  yang dipamerkan itu, antara lain pengembangan Kawasan Industri Karingau (KIK) di Balikpapan, Pengembangan Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan dan pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional  (KIPI) Maloy serta Pengembangan lahan pertanian Food and Rice Estate seluas 200.000 hektare," kata Kepala Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim, Didi Rusdiansyah, Jumat (7/6).

Stan Kaltim yang berada Hall B2 Arena Jakarta Fair itu juga menampilkan informasi  tentang pembangunan Jalan Tol Samarinda-Balikpapan dan program pembangunan pertanian dalam arti luas yang didukung dengan bantuan pembiayaan melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim.

Kaltim juga mempromosikan kegiatan Festival Derawan yang akan digelar pada September tahun ini, sebagai salah satu potensi wisata andalan daerah, yakni  berupa keindahan dan keunikan  kelas dunia di gugusan Kepulauan Derawan, Sangalaki, Kakaban, Maratua dan sejumlah pulau-pulau kecil lainnya di Kabupaten Berau.

Melalui stan tersebut, di bawah koordinasi BPPMD Kaltim   didukung sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan kabupaten/kota juga menampilkan berbagai kerajinan khas daerah berupa batu manik-manik, amplang,  Sarung Samarinda dan Batik Kaltim.

Kehadiran berbagai produk dari berbagai pelaku usaha mikro kecil dan menengah ini menjadi daya tarik tersendiri  bagi sejumlah pengunjung untuk melihat dan membeli berbagai karajinan khas Kaltim itu.

"Kita berharap melalui pemeran ini, bisa memperkenalkan berbagai potensi ekonomi dan usaha di Kaltim untuk skala nasional maupun internasional, karena kegiatan ini selalu menarik sejumlah pihak untuk melakukan penjajakan kerjasama, termasuk kegiatan usaha," kata Didi.

Pemprov Kaltim terus menjual potensi Kaltim  pada investor, termasuk bidang pertanian dalam arti luas yang  merupakan salah satu lokomotif ekonomi baru bagi masa depan Kaltim, seiring dengan kian menipisnya sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui.

Kegiatan Jakarta Fair sangat tepat, karena kegiatan ini diikuti tidak kurang 1.800 peserta dari berbagai bidang usaha dan pemerintahan serta didatangi  jutaan pengunjung selama pergelaran sebulan penuh itu.

"Kita berharap melalui Jakarta Fair sejumlah potensi Kaltim dari berbagai bidang,  kian dikenal dan menambah kepercayaan investor untuk menginvestasikan modalnya di daerah ini," demikian Didi Rusdiansyah. (Humas Pemprov Kaltim/santos/adv)



Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026