"Ini berarti pada Maret 2013 inflasi untuk kalender Kaltim mencapai 2,79 persen, sedangkan Inflasi tahun ke tahun atau year on year sebesar 6,29 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Johny Anwar di Samarinda, Selasa.
Jika dirinci menurut kota, lanjutnya, pada Maret 2013, Kota Samarinda mengalami Inflasi sebesar 0,12 persen, Balikpapan 0,87 persen, dan Kota Tarakan 0,66 persen.
Inflasi terjadi terutama karena adanya kenaikan harga pada kelompok pengeluaran yang memiliki andil dominan, yakni ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan yang mengalami inflasi 1,57 persen.
Kemudian kelompok makanan jadi mengalami inflasi 0,21 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,19 persen.
Berikutnya kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,69 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami penurunan harga (deflasi) minus 0,02persen, kelompok transport dan komunikasi juga mengalami deflasi minus 0,12 persen. Sementara kelompok sandang mengalami deflasi minus 0,68 persen.
Sepanjang Maret 2013, sejumah kelompok komoditi yang memberikan sumbangan inflasi antara lain kelompok bahan makanan sebesar 0,44 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau berinflasi 0,04 persen.
Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar berinflasi sebesar 0,05 persen, sementara untuk kelompok sandang memiliki andil negatif hingga minus 0,05 persen, kelompok kesehatan berinfasi 0,02 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,001, serta kelompok transport dan komunikasi berdeflasi minus 0,01 persen.
Dia juga mengatakan bahwa sampai dengan Maret 2013, inflasi kalender di Kota Samarinda mencapai 2,91 persen, Balikpapan 2,52 persen, dan Kota Tarakan berinfasi 3,13 persen. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.