Dalam sidak itu, Wamendag didampingi Dirjen SPK Kemendag Nus Nuzuliah Ishak, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kaltim HM Jailani, beserta unsur terkait di Pemerintahan Kaltim dan Pemkot Samarinda.
Bayu dan rombongan sempat berdialog dengan beberapa penjual sayur mayur, bawang merah, bawang putih, capai, penjual ayam potong, dan penjual komoditas lain di los yang dikunjunginya.
Usai melakukan sidak, di tengah pasar itu Bayu menyempatkan berdialog dengan sejumlah wartawan yang turut mengikutinya.
Menurut Bayu, kelancaran arus distribusi dan pasokan barang menjadi penentu dalam stabilitas harga berbagai kebutuhan pokok di Kaltim yang sempat melonjak.
Apabila distribusi pasokan barang terhambat, maka akan berdampak pada kenaikan harga di pasar. Hal itulah yang terjadi di Samarinda khususnya, dan Kaltim umumnya, yakni distribusi barang dari Jawa dan Sulawesi yang terhambat sehingga harganya melonjak.
Masalah transportasi, lanjutnya, dari dulu hingga kini menjadi penentu kesetabilan harga. Dia meminta agar permasalahan ini perlu dicermati semua pihak terekait, kemudian dicarikan solusi bersama-sama agar masalahnya tidak berlarut-larut.
Menurutnya, berbagai komoditi kebutuhan pokok yang perlu menjadi perhatian saat ini adalah berbagai jenis cabai, baik cabai merah, cabai rawit maupun cabai keriting karena komoditas ini sangat diperlukan warga.
Dari hasil pengamatannya di Pasar Segiri Samarinda saat itu, menunjukkan komoditas cabai rawit lebih mahal ketimbang komoditas lainnya yang dipasarkan. Permasalahannya adalah karena distribusinya diterbangkan menggunakan pesawat dari Surabaya.
Sedangkan untuk komoditas lain seperti bawang merah dan putih yang harganya sempat melonjak pada kisaran Rp80 ribu, saat ini ini harganya sudah mulai turun, yakni Rp30 ribu untuk bawang putih dan Rp40 ribu untuk bawang merah.
Menurutnya, pemerintah akan berupaya agar harga bawang tersebut bisa stabil seperti sebelumnya, yakni kembali pada kisaran Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
Kemudian untuk unggas, telur, dan daging sapi yang masih didatangkan dari Sulawesi, tetapi harganya relatif stabil. Daging sapi misalnya, harganya masih bertahan pada kisaran Rp100 ribu di Pasar Segiri. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.