Ketua Pengprov IKASI Kaltim Muslimin di Samarinda, Senin, mengatakan mendatangkan pelatih asing sebagai upaya untuk mewujudkan harapan meraih medali emas pada pesta olahraga empat tahunan yang selama ini belum pernah ditorehkan atlet Kaltim.
"Kami harapkan kedatangan pelatih China bisa secepatnya terealisasi, paling lambat dia akan tiba Desember nanti," ujar Muslimin.
Muslimin yang baru saja terpilih sebagai ketua umum pengprov IKASI Kaltim mengatakan salah satu pekerjaan rumah (PR) besar bagi anggar adalah mempersembahkan medali emas bagi kontingen Kaltim di PON.
Pada PON 2008 Kaltim meraih 2 medali perak dan 2 perunggu, sedangkan di PON Riau, tim anggar Benua Etam meraih 2 perak dan 1 perunggu.
Meski demikian, atlet anggar Kaltim justru mampu meraih medali emas di ajang internasional seperti SEA Games.
"Kami sadari memang belum bisa mempersembahkan emas di PON. Itu menjadi PR bagi kami," jelasnya.
Kedatangan pelatih asal China tersebut pada Desember mendatang diharapkan bersamaan dengan rampungnya gedung anggar di Komplek Polder Air Hitam.
Gedung tersebut, lanjut Muslimin, dibangun dengan dukungan dana dari APBD Kaltim Rp 10 miliar dan APBD Kota Samarinda Rp 11 miliar.
Ditambahkannya, sejak persiapan PON 2008 anggar Kaltim menggunakan fasilitas latihan di Komplek Stadion Madya Sempaja.
"Kami menggunakan fasilitas itu bayar. Setelah gedung itu jadi, kami datangkan pelatih China," kata pria yang juga wakil ketua pengurus besar (PB) Ikasi ini.
Selain gedung latihan, fasilitas latihan anggar Kaltim juga memadai. Pengprov saat ini sudah memiliki baju anggar termasuk senjata yang memenuhi standar internasional. Peralatan tersebut dibeli di London, Inggris. "Bahkan PB meminjam fasilitas yang kami miliki," katanya. (*)
Pewarta: ArumantoEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.