"Pemilihan Gubernur Kaltim akan digelar pada 2014 sehingga di tahun itu menjadi transisi dalam penyusunan anggaran pembangunan, sehingga semua pihak terkait harus benar-benar menyusun dengan baik karena anggaran pemerintah harus untuk pembangunan publik," ujar Irianto di Samarinda, Jumat.
Dia juga mengatakan bahwa 2013, 2014, dan 2015 merupakan tahun politik karena berkaitan dengan pemilu. Untuk itu, dalam menyusun perencanaan pembangunan harus menyesuaikan karena perencanaan pembangunan merupakan visi dan misi dari kepala daerah terpilih mulai tingkat gubernur hingga bupati dan wali kota.
Sistem penganggaran yang tepat akan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Tujuan dari penganggaran adalah untuk pelayanan masyarakat karena sebagian besar sumbernya berasal dari masyarakat, yakni dari pajak daerah.
Penganggaran yang tepat juga mampu menciptakan stimulus bagi penciptaan lapangan kerja, membuka peluang investasi, kerja sama kemitraan, dan terciptanya pemasukan dari berbagai sumber ekonomi.
Harus disadari bahwa salah satu peran APBD baik yang sumbernya dari tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota, adalah sebagai mesin pendorong bagi pertumbuhan ekonomi. Untuk itu dana APBD harus diarahkan untuk menciptakan peluang usaha baru.
Dia juga meminta kepada para perencana pembangunan agar benar-benar mengenal wilayah di Kaltim sehingga anggaran yang sudah ditentukan dapat dikerjakan.
Pengenalan wilayah perlu dipahami mengingat kondisi geografis di Kaltim terutama di kabupaten yang masih minim fasilitas, apalagi wilayah Kaltim yang sangat luas dan berbukit serta sarana dan prasarananya yang masih minim. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.