Semua jenis ikan yang dijual di sini berasal dari Tawau (Malaysia) jadi dipastikan terpengaruh oleh tukaran (nilai tukar mata uang rupiah ke ringgit Malaysia)Nunukan (ANTARA Kaltim) - Harga berbagai jenis ikan di sejumlah pasar di Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur melonjak akibat cuaca buruk yang terjadi selama ini.
Sabri, salah seorang penjual ikan di Pasar Yamaker Kabupaten Nunukan, Rabu mengatakan, sejak awal tahun 2013 harga ikan telah mengalami kenaikan secara bertahap sampai sekarang.
Ia menambahkan, faktor cuaca menjadi penyebab kenaikan harga ikan karena kurangnya suplai dari pengusaha dari Tawau Sabah Malaysia akhir-akhir ini. Selain itu, kenaikan harga ikan juga dipengaruhi oleh tingginya nilai tukar mata uang rupiah ke ringgit Malaysia.
"Harga ikan naik karena cuaca buruk dan tingginya nilai tukar uang rupiah ke ringgit (Malaysia)," ujar Sabri.
Kenaikan harga ikan bergantung nilai tukar mata uang tersebut, menurut dia, karena ikan yang dijual di sejumlah pasar di Kabupaten Nunukan ini sebagian besar didrop oleh pengusaha asal Malaysia kecuali ikan bandeng.
"Semua jenis ikan yang dijual di sini berasal dari Tawau (Malaysia) jadi dipastikan terpengaruh oleh tukaran (nilai tukar mata uang rupiah ke ringgit Malaysia)," kata Sabri.
Sabri yang mengaku menjual ikan di Pasar Yamaker selama lima tahun itu menyebutkan Desember 2012 hingga minggu pertama Januari 2013 harga ikan masih berkisar Rp15 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram.
Setelah cuaca memburuk dengan tingginya gelombang laut, maka harga ikan tiba-tiba melonjak sekitar Rp 3.000-Rp8.000 per kilogram. Sekarang, lanjut dia, harga ikan antara Rp25.000-Rp28.000 per kilogram tergantung jenis ikannya.
Hal yang sama terjadi di Pasar Simpang Bandara Nunukan. Di pasar ini harga ikan juga mengalami kenaikan secara signifikan dari Rp 25.000-Rp30.000 per kilogram, sebut Murni, seorang penjual ikan di pasar tersebut, Rabu.
Ia mengatakan, ikan yang dijual berasal dari Tawau Malaysia dengan diperoleh dari seorang "agen" di Pasar Yamaker yang selama ini menjadi langganannya.
Sebelum ada kenaikan, kata Murni, harga ikan di pasar tersebut hanya berkisar Rp18.000-Rp25.000 per kilogram saja. Alasan Murni sama dengan Sabri bahwa kenaikan harga disebabkan oleh kenaikan nilai tukar mata uang rupiah menjadi ringgit Malaysia dan faktor cuaca karena kurangnya nelayan yang turun menangkap ikan.
Murni mengaku ikan yang dijual selama ini semuanya berasal dari Tawau Malaysia yang didrop oleh seorang agen di Pasar Yamaker.(*)
Pewarta: M.RusmanEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.