Samarinda (ANTARA) - Bank Indonesia Kalimantan Timur (BI Kaltim) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat berhasil menekan laju inflasi melalui penguatan koordinasi dalam kelancaran distribusi pangan hingga ke kabupaten/kota, sehingga masyarakat mudah memperoleh kebutuhan sehari-hari.
"Berkat kolaborasi ini, maka indeks harga konsumen (IHK) Provinsi Kaltim pada Juli 2026 mencatat inflasi 0,18 persen (mtm), lebih rendah ketimbang realisasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,70 persen," ujar Kepala Perwakilan BI Kaltim Jajang Hermawan di Samarinda, Selasa.
Jajang yang juga Wakil Ketua I TPID Kaltim ini melanjutkan, langkah pengendalian inflasi terus diperkuat melalui sinergi dengan berbagai pihak dengan implementasi strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif).
Pada aspek keterjangkauan harga, TPID mendorong pelaksanaan gerakan pangan murah, operasi pasar, dan kegiatan stabilisasi harga lainnya untuk menjaga akses masyarakat terhadap komoditas pangan strategis dengan harga yang terjangkau.
Pada aspek ketersediaan pasokan, TPID bersama Bulog, dinas teknis, dan pemangku kepentingan terkait terus memperkuat pemantauan stok, termasuk pemenuhan pasokan komoditas strategis, khususnya beras, daging ayam ras, dan ikan, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara memadai.
Untuk kelancaran distribusi, TPID terus memperkuat koordinasi antarwilayah guna memastikan rantai pasok berjalan lancar, sekaligus memitigasi potensi hambatan distribusi yang dapat memicu kenaikan harga.
Sementara pada aspek komunikasi efektif, TPID terus memperkuat koordinasi, pemantauan perkembangan harga dan pasokan, serta penyampaian informasi kepada masyarakat untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali.
"Ke depan, TPID seluruh Kaltim akan terus memperkuat sinergi dan langkah mitigasi dini melalui implementasi strategi 4K secara konsisten, termasuk penguatan program pengendalian inflasi dan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS)," katanya.
Adanya beragam upaya tersebut, stabilitas harga di seluruh wilayah Kaltim diharapkan tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, serta aktivitas ekonomi daerah dapat terus berjalan dengan baik.
Ia melanjutkan, pada kondisi Juli 2026, secara umum tekanan inflasi disumbangkan oleh kelompok transportasi dan pendidikan. Kelompok transportasi dipengaruhi oleh masih berlanjutnya dampak penyesuaian harga Pertamax pada Juni 2026 terhadap rata-rata harga bensin di bulan Juli 2026, serta andil komoditas pelumas/oli mesin.
Sementara kelompok pendidikan turut memberikan andil inflasi seiring dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas, antara lain cabai rawit, bawang merah, tomat, emas perhiasan, dan cabai merah.
"Secara spasial, inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 0,28 persen, diikuti Kota Balikpapan sebesar 0,25 persen, dan Kota Samarinda sebesar 0,20 persen. Sementara itu, Kabupaten Berau mengalami deflasi atau minus 0,18 persen (mtm)," katanya.
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.