Hal itu disebutkan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Berau, Fahmi Rizani, Minggu.
"Kita memang sudah melakukan rehabilitasi ringan, namun saat ini aktivitas kapal barang yang masuk kian meningkat. Kita kini butuh perluasan areal dan pergudangan," katanya.
Langkah rehabilitasi yang dilaksanakan, terpaksa diambil mengingat kondisi pelabuhan andalan untuk kapal barang tonase sedang dan kecil yang keluar masuk ini, sudah kian lapuk.
Lebih dari Rp300 juta digelontorkan untuk rehab yang telah direncanakan sejak lama ini.
"Rehab ringan ini bersifat darurat, namun ke depan, pelabuhan ini harus dirombak secara total, plus berbagai fasilitas pendukung, terutama gudang yang mamadai," ujarnya. (*)
Pewarta: Helda Mildiana: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.