Nunukan (ANTARA) - Warga Kampung Aji Kuning, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, masih menggunakan mata uang ringgit Malaysia sebagai alat transaksi.

"Kami menggunakan mata uang ringgit Malaysia sebagai alat transaksi karena semua kebutuhan pokok maupun barang yang ada di sini (Aji Kuning) berasal dari Malaysia," kata salah seorang warga Aji Kuning H Umar, Kamis.

Setiap hari, kata Umar, warga Aji Kuning membeli berbagai kebutuhan pokok di Tawau yang ditempuh dengan menggunakan perahu selama 30 menit.

"Kalau pagi, warga berangkat ke Tawau menggunakan perahu untuk menjual berbagai hasil bumi dan saat kembali mereka membawa berbagai kebutuhan pokok, baik untuk dikonsumsi maupun yang akan dijual kembali kepada warga," kata Umar.

Tokoh masyarakat Aji Kuning itu sempat kesulitan mencari uang rupiah ketika hendak menunjukkan perbedaan dengan mata uang ringgit Malaysia tersebut.

Warga Aji Kuning, lanjut dia, umumnya merupakan mantan tenaga kerja Indonesia (TKI)) yang pernah bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Tawau.

"Warga di sini umumnya pendatang dari Sulawesi Selatan yang pernah bekerja di Tawau," ungkap Umar yang mengaku berasal dari Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan dan sudah menetap di Aji Kuning selama 13 tahun setelah sempat bekerja di perkebunan sawit di Tawau.

Kampung Aji Kuning merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Di tempat ini, sebuah patok perbatasan terlihat berada tak jauh dari sebuah sungai yang digunakan warga sebagai jalur transportasi menuju ke Tawau.

Hanya beberapa meter dari bibir sungai tersebut terdapat sebuah patok perbatasan yang hanya terlihat bagian atasnya yang juga tak jauh dari Pos Pengamanan Perbatasan (Pos Pamtas) TNI.

Sementara, di seberang sungai yang diklaim sebagai wilayah Malaysia terdapat 10 rumah milik warga negara Indonesia.

"Hanya ada dua warga di sini yang memiliki IC (Id Card/atau KTP bagi warga Malaysia) sementara lainnya mengantongi KTP Indonesia. Jadi, secara administratif kami warga Indonesia dan masuk RT 01 Kampung Aji Kuning namun rumah kami berada di wilayah Malaysia," ungkap Yosef salah seorang pemilik rumah yang berada di wilayah Malaysia.

Seperti warga Aji Kuning lainnya, Yosef mengaku menggunakan mata uang ringgit Malaysia setiap bertransaksi.

"Rugi kalau kita membeli barang menggunakan rupiah sebab semua barang yang dijual adalah harga Malaysia. Kalau pegang uang Rp100 ribu di sini tidak ada artinya tetapi kalau pegang 20 ringgit kita sudah bisa membeli banyak kebutuhan," ungkap Yosef yang mengaku berasal dari Nusa Tenggara Timur. (*)


Pewarta: Amirullah
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026