"Sebenarnya tujuan utama kegiatan ini untuk silaturahim bagi rekan-rekan guru di Kaltim yang dirangkai dengan sejumlah lomba olah raga dan seni," kata Wakil Ketua PGRI Kalimantan Timur (Kaltim) Sutomo, di Samarinda, Selasa.
Olah raga yang dipertandingkan dalam rangkaian silaturahmi itu adalah bulu tangkis, tenis meja, dan catur.
Sedangkan cabang seni yang dilombakan adalah melukis, menyanyi solo dan lomba kreativitas guru mengajar di kelas.
Sistem yang diterapkan dalam lomba kreativitas ini adalah, guru yang mengikutinya harus menyerahkan kaset atau CD rekaman saat dia mengajar di sekolah masing-masing. Kemudian dewan juri akan melakukan penilaian saat melihat rekaman video tersebut.
Peserta dalam silaturahmi yang dirangkai dengan beberapa jenis lomba tersebut adalah dari 14 kabupaten dan kota di Kaltim, yakni masing-masing daerah mengirimkan 18 peserta untuk semua cabang loma baik seni maupun olahraga.
Jumlah peserta sebanyak itu terdiri dari 13 peserta (atlet dan seniman) ditambah lima orang ofisial. Jika semua hadir dalam kegiatan ini, maka total jumlah peserta dari 14 kabupaten dan kota sebanyak 252 guru.
Juara pertama dari masing-masing cabang lomba akan mewakili Provinsi Kaltim untuk berlaga di kegiatan yang sama di tingkat nasional, yakni gelarannya tetap dipusatkan di Stadion Madya Sempaja, Samarinda pada 2 hingga 6 November 2012.
"Jadi kegiatan ini langsung bersambung, setelah dilakukan pertandingan Tingkat Kaltim, kemudian dilanjutkan pertandingan tingkat nasional. Bagi guru dari kabupaten dan kota yang kalah boleh langsung kembali ke daerahnya, sedangakan bagi yang juara pertama langsung bertanding di tingkat nasional," kata Sutomo.
Menurut dia, tujuan utama kegiatan itu digelar bukan untuk adu prestasi atau mencari menang dan kalah, namun yang paling utama adalah sebagai wadah persahabatan sesama profesi guru dari kabupaten dan kota. Di samping juga sebagai sarana koordinasi.
Pewarta: M. Ghofar: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.