Nunukan (ANTARA Kaltim) - Warga Pasar Baru, RT 03 dan 05 Kelurahan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, Senin, kembali menutup jalan di depan rumah mereka menuntut pengaspalan.

"Aksi penutupan jalan itu merupakan lanjutan aksi sebelumnya yaitu 16 Oktober 2012 yang menuntut jalanan Pasar Baru tembus Jalan TVRI itu segera diaspal karena berdebu di kala tidak turun hujan," ujar Koordinator Aksi, Sade, di sela-sela menggelar aksi menutup jalan itu.

Ia mengatakan, ketika penutupan jalan pertama kali dilakukan, warga kemudian membukanya kembali pada hari yang sama karena dijanjikan akan segera diaspal.

Namun, karena hingga saat ini janji tersebut tidak pernah ditepati maka warga kembali menutup jalan itu hingga waktu yang tidak ditentukan.

Menurut Sade, janji Dinas PU yang dihadiri Ayub Reydon dan kontraktornya pada saat penutupan pertama kali yang ditandatangani di atas kertas bermaterai berjanji secepatnya melakukan pengaspalan paling lama dua kemudian.

Tetapi setelah warga setempat menunggu sesuai perjanjian yang ditandatangani tersebut, tidak kunjung direalisasikan maka warga kembali menutup jalan itu hingga ada atau memulai pekerjaan, kata Sade.

"Kami tidak mau lagi dibohongi oleh siapapun. Kalau tidak memulai pekerjaan pengaspalan, kami tidak akan buka pagar ini," katanya.

Secara terpisah, Ketua RT 05 Kelurahan Nunukan Timur, Suwardi, mengatakan warga bersama tokoh masyarakat menggelar pertemuan Minggu (28/10) malam yang dihadiri bintara pembina desa (babinsa) dan perwakilan dari Kantor Kelurahan Nunukan Timur.

"Jadi kami hanya menjalankan keputusan rapat warga sesuai kesepakatan bersama yaitu menutup jalanan itu," ujarnya.

Dalam rapat itulah, disepakati penutupan jalan kembali dilakukan sampai waktu yang tidak ditentukan dan tidak membiarkan kendaraan melintas sebelum adanya pekerjaan pengaspalan, kata Suwardi.

Jalan yang ditutup warga tersebut merupakan jalur alternatif setelah jembatan Pasar Pagi jalan TVRI diperbaiki sejak sebulan yang lalu. Karena ditutup, maka kendaraan kesulitan menuju pusat kota Nunukan. (*)


Pewarta: M Rusman
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026