Para prajurit dari Batalyon Infanteri 623 Bhakti Wira Utama (Yonif 623/BWU) yang akan menggantikan Yonif 600 Modang menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Utara juga dibekali pemahaman tentang wabah COVID-19.


“Terutama untuk prosedur pencegahan, seperti rajin menjaga kebersihan diri dengan cuci tangan, mandi, menjaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, menggunakan masker,” jelas Komandan Yonif 623/BWU Kolonel Inf Yordania di Balikpapan, Jumat.

Kolonel Yordania dan anak buahnya singgah sebentar di Balikpapan untuk dilepas secara resmi oleh Panglima Kodam VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Subiyanto.

Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Manado yang mengangkut ke-450 personel juga perlu singgah untuk mengisi tambahan logistik.

Pemahaman akan wabah tersebut juga akan dibagikan kepada masyarakat di perbatasan agar upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 itu bisa cepat berhasil.

Selain itu, para prajurit juga dibekali ilmu mengajar sebab mereka juga akan berperan sebagai guru di sekolah-sekolah yang ada di perbatasan.

“Pasukan ini diharapkan bisa membaur dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dan dipastkan semangat merah putih warga di perbatasan terjaga baik demi keutuhan NKRI,” kata Kolonel Yordania.

Ke-450 personel akan disebar ke-25 pos di sepanjang perbatasan antara Kabupaten Mahakam Ulu dan Nunukan dengan Sabah dan Sarawak, dua negara bagian Malaysia. Pos-pos itu tersebar mulai dari Long Apari-Mahakam Ulu, Krayan, hingga Nunukan.

Yonif 623/BWU direncanakan akan bertugas selama sembilan bulan di perbatasan. Namun lama masa tugas itu bisa saja lebih panjang dari rencana, bisa tergantung kesiapan pasukan pengganti, atau sebab-sebab lain.

Yonif 623/BWU bermarkas di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pasukan berangkat dari Banjarbaru sehari sebelumnya dan sampai Balikpapan untuk naik kapal pengangkut pasukan KRI Teluk Manado menuju Tarakan dan Nunukan.

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2020