Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Investor asal Aljazair berminat mengembangkan perkebunan tebu dan sawit serta industri pengolahannya di Kalimantan Timur.

"Investor yang berminat membuka dua peluang usaha ini bernama Mr Rebreb Eshab dengan perusahaanya yang bernama Cevital," ujar Kepala Badan Perzinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kalimantan Timur (Kaltim) M Yadi Sabiyanoor di Samarinda, Rabu.

Hanya saja, lanjut Yadi, usaha perkebunan di tanah Kaltim sulit dikembangkan karena kontur tanahnya tidak cocok untuk tanaman tebu.

Berdasarkan keterangan dari Dinas Perkebunan Kaltim, lanjut dia, tebu memang bisa tumbuh dan berkembang di Kaltim, namun kadar gulanya kurang memenuhi syarat, sehingga tidak cocok untuk konsumsi perusahaan pengolahan gula dan sejenisnya.

Namun, jika pihak investor tetap berkeinginan menanam tebu serta mendirikan pabrik gula, maka diharapkan mencari lokasi yang tepat untuk pertumbuhan tebu yang subur agar investasinya tidak sia-sia.

"Ini berarti calon investor harus melakukan penelitian dulu, karena bisa saja setelah adanya penelitian akan ditemukan lokasi yang tepat," katanya.

Terkait dengan minat investor tersebut dalam mengembangkan kebun sawit dan perusahaan turunannya, yakni berbagai produk yang diolah dari bahan baku buah sawit atau crude palm oil (CPO), tentu hal ini menjadi kesempatan emas bagi Kaltim.

Apalagi di Kaltim memang sudah terbukti adanya ribuan hektare sawit yang tumbuh subur, bahkan industri pengolahan sawit juga sudah banyak yang berdiri di sejumlah kabupaten.

Dikatakan, ketertarikan investor Aljazair menanamkan modalnya di Kaltim, diawali ketika rombongan Pemprov Kaltim mewakili Indonesia bersama 27 negara lain mengikuti pameran di negara tersebut, terkait banyaknya peluang usaha dan kondisi wilayah Kaltim.

Dalam pameran yang digelar pada 23-26 April 2012, Kaltim menampilkan berbagai potensi daerah dan suasana Kaltim yang kondusif, termasuk membeberkan fakta bahwa selama ini telah banyak investor yang telah menanamkan sahamnya di Kaltim untuk berbagai jenis bidang usaha.

Dari pameran tersebut, lanjutnya, kemudian banyak investor asal negara itu yang tertarik berusaha di Kaltim, termasuk Mr Rebreb Eshab.

"Saat itu, untuk menunjukkan keseriusan Mr Rebreb, maka duta besar Aljazair untuk Indonesia langsung menelepon Pak Gubernur Kaltim terkait rencana investasi, karena saat itu Pak Gubernur memang tidak ikut dan berada di Samarinda," kata Yadi.

Bahkan, lanjutnya, dalam waktu dekat, Mr Rebreb Eshab akan berkunjung ke Samarinda untuk melihat langsung berbagai potensi dan suasananya selain itu rencananya juga bertemu gubernur untuk membicarakan keseriusan berinvestasi. (*)

Pewarta: M Ghofar

Editor : Arief Mujayatno


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012