Balikpapan (Antaranews Kaltim) - PT Angkasa Pura I mengagendakan latihan penanganan keadaan darurat skala besar di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 25 April mendatang.

General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Intenasional SAMS Sepinggan Handy Heryudhitiawan di Balikpapan, Kamis, menjelaskan, latihan berskala besar itu melibatkan tidak kurang 800 personel dari berbagai unsur terkait.

Latihan penanganan keadaan darurat dan demontrasi ini bahkan hingga mengharuskan ada pengalihan dan penutupan arus lalu lintas di depan Bandara Sepinggan.

"Jadi para hari tersebut, arus lalu lintas dialihkan dan ditutup antara pukul 14.30-15.30 Wita. Jalur yang akan berubah terutama jalur keluar bandara, yaitu dialihkan melalui jalan yang selama ini digunakan untuk kargo," kata Handy.

Menurut ia, kecelakaan pesawat udara menjadi satu agenda yang diskenariokan dalam latihan tersebut, bersama dengan penanganan kebakaran dan demonstrasi yang berujung huru-hara.

"Diskenariokan kecelakaan terjadi di bagian barat landasan," ujarnya.

Bagian barat landasan adalah bagian yang dekat dengan terminal penumpang, tidak jauh di mana pesawat kemudian memasuki apron dan parkir.

"Tentu saja kita tidak ingin hal buruk seperti itu terjadi, tapi bila itu terjadi juga, kita sudah siap," tambah Handy.

Hal-hal yang menjadi fokus latihan adalah pelaksanaan prosedur tetap yang sudah disiapkan, koordinasi, komando, dan komunikasi dengan semua pihak terkait.

Latihan ini juga untuk mengetahui secara pasti potensi sumber daya manusia dan fasilitas yang dimiliki untuk penanganan keadaan darurat tersebut.

Tercatat mereka yang harus tahu dan perlu mengambil tindakan apabila terjadi hal-hal luar biasa di bandara, selain para petugas Angkasa Pura I, juga polisi mulai dari Kepolisian Sektor (Polsek) Bandara, Polres Balikpapan, hingga Polda Kaltim, yang di dalamnya ada unsur Polisi Satwa dan Unit Gegana, satuan yang keahliannya menjinakkan bahan peledak.

"Termasuk juga TNI Angkatan Udara, sebab di Bandara Sepinggan juga terdapat Pangkalan TNI-AU, serta Kodim 0905 Balikpapan. Persoalan dan kejadiannya juga harus diketahui Otoritas Bandara Wilayah VII Balikpapan Kementerian Perhubungan," paparnya.

Selain kecelakaan pesawat udara, lanjut Handy, juga dilatihkan penanganan demonstrasi yang berujung huru-hara di bandara dan kebakaran di gedung adminstrasi AP I, sehingga ada juga komunikasi dan koordinasi dengan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).

"Pada intinya dari latihan tersebut, kita tahu dengan siapa berkoordinasi, tahu alternatif jalan, dan lain-lain dengan tujuan operasional bandara tetap lancar," tambah Handy. (*)

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2018