Bontang (ANTARA News-Kaltim) - Kota Bontang, Kaltim ternyata termasuk salah satu daerah yang cukup tinggi diminati pencari kerja, terbukti rata-rata 100 orang/hari mengurus kartu kuning atau kartu mencari kerja di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Bontang.
Lonjakan warga yang memproses kartu kuning itu kian meningkat selama dua pekan terakhir, hal itu dibenarkan Kabid Sosial Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Bontang, Andy Syarif di Bontang, akhir pekan ini.
Suasana di ruang pemotretan bidang pelayanan dan penempatan tenaga kerja Dissosnaker Bontang, pada hari kerja tampak dipadati warga yang memproses kartunya.
Daeng, salah seorang staf Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja tampak sibuk melayani warga untuk diambil foto setengah badan sebagai salah satu persyaratan menyelesaikan kartu kuning itu.
Melonjaknya warga memproses kartu kuning diduga karena saat ini bertepatan dengan kelulusan sekolah menengah atas.
Selain itu, beberapa perusahaan membuka lowongan kerja di Bontang, termasujk PT. Black Bear Resources Indonesia.
Perusahaan ini membuka lowongan pekerjaan sebanyak 44 orang dengan berbagai formasi membuat Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Bontang, Kaltim dikerumuni pencari pekerjaan dengan mengurus kartu kuning rata-rata perhari mencapai 100 orang.
Daeng dibantu staf lainnya nampak cekatan melayani para pencari kerja yang sedang mengurus kartu kuning. Kelancaran pelayanan ini, lagi-lagi karena dukungan sistem berbasis teknologi digital, apalagi Dissosnaker telah menerapkan ISO sejak beberapa tahun terakhir.
Andy Syarif saat ditanya berapa menit tadi yang dibutuhkan untuk pengurusan kartu kuning, menjawab hanya dua menit.
"Mengapa demikian? hal ituj karena hanya perpanjangan dengan cukup menunjukkan kartu asli yang telah berakhir masa berlakunya," imbuh dia.
Lain halnya jika mengurus baru maka harus menunjukkan berbagai persyaratan lainnya, yakni ktp asli dan semua ijasah sejak SD hingga ijasah terakhir, dan dibawa langsung orangnya karena harus mengikuti sesion pemotretan digital.
Suasana Dissosnaker yang dipadati warga untuk memproses kartu kuning itu sempat dikeluhkan warga akibat jumlah kendaraan yang memenuhi halaman parkir sehingga kadang-kadang menutupi jalan keluar.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2011
Lonjakan warga yang memproses kartu kuning itu kian meningkat selama dua pekan terakhir, hal itu dibenarkan Kabid Sosial Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Bontang, Andy Syarif di Bontang, akhir pekan ini.
Suasana di ruang pemotretan bidang pelayanan dan penempatan tenaga kerja Dissosnaker Bontang, pada hari kerja tampak dipadati warga yang memproses kartunya.
Daeng, salah seorang staf Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja tampak sibuk melayani warga untuk diambil foto setengah badan sebagai salah satu persyaratan menyelesaikan kartu kuning itu.
Melonjaknya warga memproses kartu kuning diduga karena saat ini bertepatan dengan kelulusan sekolah menengah atas.
Selain itu, beberapa perusahaan membuka lowongan kerja di Bontang, termasujk PT. Black Bear Resources Indonesia.
Perusahaan ini membuka lowongan pekerjaan sebanyak 44 orang dengan berbagai formasi membuat Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Bontang, Kaltim dikerumuni pencari pekerjaan dengan mengurus kartu kuning rata-rata perhari mencapai 100 orang.
Daeng dibantu staf lainnya nampak cekatan melayani para pencari kerja yang sedang mengurus kartu kuning. Kelancaran pelayanan ini, lagi-lagi karena dukungan sistem berbasis teknologi digital, apalagi Dissosnaker telah menerapkan ISO sejak beberapa tahun terakhir.
Andy Syarif saat ditanya berapa menit tadi yang dibutuhkan untuk pengurusan kartu kuning, menjawab hanya dua menit.
"Mengapa demikian? hal ituj karena hanya perpanjangan dengan cukup menunjukkan kartu asli yang telah berakhir masa berlakunya," imbuh dia.
Lain halnya jika mengurus baru maka harus menunjukkan berbagai persyaratan lainnya, yakni ktp asli dan semua ijasah sejak SD hingga ijasah terakhir, dan dibawa langsung orangnya karena harus mengikuti sesion pemotretan digital.
Suasana Dissosnaker yang dipadati warga untuk memproses kartu kuning itu sempat dikeluhkan warga akibat jumlah kendaraan yang memenuhi halaman parkir sehingga kadang-kadang menutupi jalan keluar.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2011