Samarinda (ANTARA Kaltim) - Istri juru mudi "tugboat" atau kapal tunda Charles, Elona, akhirnya bisa bernafas lega setelah suaminya, Robin Piter, dibebaskan Alhabsy Misaya, salah satu faksi kelompok bersenjata Filipina, Abu Sayyaf.

"Saya sangat bersyukur karena suami saya akhirnya dibebaskan kelompok Alhabsy Misaya," ujar Elona, kepada wartawan, ditemui di Mes PT Rusianto Bersaudara, di Sungai Lais, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa.

Kabar pembebasan Robin Piter tersebut diterima Elona dari staf Kementerian Luar Negeri Republik Inndonesia, Senin (12/12).

"Saya mendapat informasi itu dari Kemenlu kemarin (Senin). Intinya, staf Kemenlu yang bernama pak Rahmat itu menyampaikan bahwa suami saya (Robin Piter) dan Muhammad Nasir (masinis III) sudah dibebaskan," kata Elona.

Tidak seperti hari sebelumnya, raut wajah Elona terlihat sangat cerah dan tertawanya pun terdengar lepas tatkala mengetahui suaminya telah dibebaskan.

Informasi pembebasan Robin Piter itu juga telah disampaikan Elona kepada Rafni (10), anak sulungnya.

Gelak tawa tiga putra pasangan Elona dan Robin Piter yakni, Rafni, Ramzi (9) dan Dini (5,5) terlihat begitu riang, mendengar bapak mereka yang disandera kelompok Abu Sayyaf selama hampir enam bulan atau sekitar 172 hari dibebaskan.

"Yang saya beri tahu terkait penyanderaan itu hanya anak sulung saya yakni Rafni. Tetapi, kedua adiknya sebenarnya juga sudah tahu kalau bapak mereka disandera dari teman-temannya. Ketika saya beri tahu, anak tertua saya meminta agar bapaknya tidak usah berlayar ke luar negeri lagi," tutur Elona.

Setelah mengetahui suaminya dibebaskan, Elona mengaku belum punya rencana dan hanya berharap agar mereka bisa segera berkumpul kembali setelah hampir enam bulan terpisah.

"Belum terpikirkan membuat rencana yang penting suami saya bisa segera pulang dan berkumpul bersama keluarga. Saya masih menunggu informasi dari Kemenlu dan jika diizinkan berangkat ke Jakarta untuk menjemput suami saya, saya siap saja," ucap Elona.

Elona mengaku, sejak tiga kru kapal tunda Charles dibebaskan pada 2 Oktober 2016, ia sangat khawatir akan keselamatan suaminya dan Muhammad Nasir.

Namun, ia mengaku tetap optimistis Robin Piter dan Muhammad Nasir akan dibebaskan.

"Saya sempat khawatir sebab hanya suami saya dan pak Muhammad Nasir yang belum dibebaskan dari tujuh kru kapal tunda Charles yang sempat disandera. Tetapi, saya tetap yakin kalau suami saya akan bebas," tuturnya.

"Pihak Kemenlu juga rutin memberikan informasi terkait upaya pembebasan suami saya dan pak Muhammad Nasir. Saya terakhir berkomunikasi dengan Robin Piter saat ke Jakarta, pada September 2016. Sejak saat itu, saya tidak tahu lagi kabar dan kondisi mereka dan Alhamdulillah kemarin (Senin) saya dikabari bahwa suami saya dibebaskan. Kami sangat bersyukur dan semoga kami bisa segera dipertemukan," tutur Elona.

Tujuh kru kapal tunda Charles milik PT Rusianto Bersaudara disandera kelompok bersenjata Filipina Abu Sayyaf sejak 20 Juni 2016.

Saat itu, kapal tunda Charles berlayar pulang ke Samarinda setelah mengantar batu bara ke Filipina.

Namun, saat melintas di wilayah perairan Pulau Jolo, mereka dicegat oleh dua kelompok bersenjata dalam waktu berbeda.

Kelompok pertama menyandera Ferry Arifin (nahkoda) bersama Muhammad Mahbrur Dahri (KKM) dan Edi Suryono (Masinis II), yang kemudian dibebaskan pada 2 Oktober 2016.

Kemudian kelompok kedua menyandera Ismail (Mualim I), Muhammad Nasir (Masinis III), Muhammad Sofyan (Oliman), serta Muhammad Robin Piter (juru mudi).

Dua kru kapal tunda Charles yakni Ismail dan Muhammad Sofyan berhasil melarikan diri dari sekapan kelompok Abu Sayyaf pada 17 Agustus 2016, sementara Robin Piter dan Muhammad Nasir baru dibebaskan Senin (12/12). (*)       

Pewarta: Amirullah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2016