Samarinda (ANTARA Kaltim) - Rencana pembangunan pabrik semen di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau terus menuai penolakan, termasuk dari DPRD Kaltim. Pasalnya, kawasan yang memiliki potensi destinasi wisata yang cukup menjanjikan tersebut terancam akan tercemar karena pengerukan Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak terbarukan.

Anggota DPRD Kaltim Zain Taufik Nurrahman tegas menolak adanya pembangunan pabrik semen di wilayah tersebut.

"Biduk-biduk adalah daerah yang kita harapan bisa menjadi pengembangan destinasi wisata. Selain ramah lingkungan, akan menjadi sumber PAD jangka panjang, dan juga manfaat dari pengembangan wisata langsung kepada masyarakat," beber dia.

Jika dibandingkan dengan pembangunan pabrik semen, Anggota Legislatif dari Dapil Bontang, Kutim, Berau ini pesimistis dengan manfaat yang bisa dirasakan oleh semua kalangan. "Di tengah kondisi keuangan saat ini, kita harusnya mulai bergerak dengan tidak bergantung pada SDA yang tidak terbarukan. Pembangunan pabrik semen ini selain risiko lingkungannya tinggi, yang mendapat keuntungan juga hanya kalangan korporasi," sebut Zain.

Menurut dia, akan lebih baik jika pengembangan destinasi wisata di Biduk-biduk yang dilakukan saat ini. "Apalagi jika investasi tersebut dibangun di kawasan karst Teluk Sulaiman yang dilindungi sesuai Pergub 67 tahun 2012. Ini sudah menyalahi aturan, dan kami akan bawa masalah ini ke dewan khususnya komisi yang membidangi pertambangan agar segera ditindaklanjuti," tegas dia.

Ada beberapa poin yang disampaikan Zain terkait penolakannya terhadap pembangunan pabrik semen di Biduk-biduk.

"Pertama, resiko lingkungannya tinggi, adanya ketergantungan terhadap SDA, kemudian daya serap tenaga kerjanya tidak akan maksimal yang artinya kesejahteraan masyarakat tidak ada jaminan akan terdongkrak dengan adanya investasi pembangunan pabrik semen di wilayah itu,"bebernya.

Ada dua perusahaan semen yang rencanannya akan dibangun yakni Semen Kaltim di wilayah Teluk Sumbang seluas 173 hektare untuk lokasi pabrik, serta sekitar 1.056 hektare untuk lokasi bahan baku yang notabene adalah batu gamping dari karst tersebut. Investor lainnya adalah Semen Bosowa dengan luasan 5.500 hektare di lokasi Teluk Sulaiman, Biduk-biduk. (Humas DPRD Kaltim/adv)

Pewarta:

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2016