Jakarta (ANTARA News) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengaku kaget mengetahui pengemis kaya di Sampit yang memiliki mobil dan kartu kredit.

"Agak kaget saya ketika pengemis di razia di Sampit ternyata dia punya sedan dan kartu kredit, pengemis keren ini," ujar Khofifah di Jakarta, Kamis.

Khofifah mengatakan di sinilah tugas tokoh-tokoh agama dari agama apa pun untuk memberikan pemahaman kepada pengikutnya bahwa dalam ajaran agama bahwa "tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah" atau memberi lebih baik dari pada meminta-minta.

"Maka tokoh agama menjadi penting, agama apa pun menyampaikan kepada pengikutnya bahwa tangan di atas lebih mulia dari pada di bawah," ujarnya.

Khofifah menjelaskan, berdasarkan Alquran, pada hari akhir nanti, saat penghitungan amal ada bermacam-macam bentuk orang, misalnya, hanya kulit dan tulang. Mereka ini adalah yang hidupnya suka meminta-minta.

"Ini tugas tokoh agama untuk mengingatkan pengikutnya," tegas Khofifah.

Sebelumnya diberitakan seorang pengemis kaya terjaring saat razia gelandangan dan pengemis di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Setelah diperiksa, pengemis ini ternyata memiliki mobil sedan, kartu ATM dan kartu kredit. Pengemis kaya bernama Arif Komady itu mengaku berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Arif dan dua pengemis lainnya terjaring saat Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotim melakukan razia di kawasan Taman Kota dan ikon kota Patung Jelawat.

Kepada petugas, Arif mengaku datang ke Sampit bersama istri dan anaknya dengan tujuan mengemis. Cacat fisik yang dideritanya menjadi modal baginya mencari banyak uang memanfaatkan rasa iba dermawan.

Menggunakan sedannya, Arif mengaku dalam sebulan terakhir sudah mengemis di beberapa kota seperti Kapuas, Palangka Raya, Kasongan, Kereng Pangi dan Sampit.

Beberapa waktu lalu petugas juga menjaring seorang pengemis perempuan yang mengantongi uang jutaan rupiah dan sejumlah sertifikat tanah. (*)

Pewarta: Desi Purnamawati

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2016