Tana Paser (ANTARA Kaltim) - Badan Pusat Statistik Kabupaten Paser, melakukan sensus ekonomi kepada 18 ribu pelaku usaha di daerah itu.

"Terhitung 1 Mei 2016, petugas sensus mulai bekerja sampai satu bulan ke depan. Ada sekitar 18 ribu pelaku usahai yang akan disensus," kata Kepala BPS Paser Bahramsyah saat dihubungi di Tanah Grogot, Minggu.

Pasa Sensus Ekonomi 2016 tersebut kata Bahramsyah, BPS Paser mengerahkan 299 petugas yang disebar di 10 kecamatan.

Ia bersama sejumlah staf BPS Paser pada hari pertama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 telah mendatangi rumah dinas Bupati Paser Yusriansyah untuk melakukan sensus yang dilanjutkan ke kediaman Wakil Bupati Mardikansyah.

"Hari ini (Minggu), kami telah mendatangi rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Paser sebagai simbolis pendataan Sensus Ekonomi 2016 di Paser telah dimulai," kata Bahramsyah.

Dari 299 petugas pencaca data tambah Bahramsyah, sebanyak 160 diantaranya akan melakukan sensus di Kecamatan Tanah Grogot.

"Ada 160 dari 299 petugas BPS yang akan mendata pelaku usaha di Tanah Grogot karena kecamatan ini paling banyak pelaku usahanya dibanding kecamatan lain," Bahramsyah.

Namun lanjut dia, tidak semua bangunan fisik di setiap desa di daerah itu akan didatangi petugas Sensus tetapi hanya beberapa sebagian saja yang diambil dan dijadikan sampel atau contoh.

"Untuk daerah perdesaan dengan sentra produksi yang tinggi, maka akan diambil sample 50 persen dari jumlah bangunan yang ada," katanya.

"Sedangkan untuk perdesaan dengan sentra produksi yang rendah hanya diambil sampel 25 persen dari jumlah bangunan fisik yang ada," tutur Bahramsyah.

BPS Paser kata Bahramsyah optimistis akan mendapatkan data seakurat mungkin.

Namun, tidak menutupkemungkinan lanjut dia, petugas sensus akan mendapatkan permasalahan saat melakukan wawancara.

"Petugas pendata sudah mempunyai trik bagaimana menggali pertanyaan jika ada jawaban dari pelaku usaha yang janggal," kata Bahramsyah.     (*)

Pewarta: R. Wartono

Editor : Amirullah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2016